Lesunya Produksi Jepang Dapat Picu Stimulus Tambahan
29 Juli 2010 09:38
Industrial production Jepang berkemungkinan tumbuh melambat lebih dari 1 tahun kuartal sebelumnya, menambah tekanan terhadap pemerintah untuk melanjutkan insentif konsumen seiring meredanya ekspor.
Factory Output naik 0.2% di Juni dari Mei, menurut perkiraan jangka menengah oleh 26 ekonom yang disurvei Bloomberg News sebelum laporan Departmen Perdagangan yang akan dirilis di Tokyo. Hal tersebut akan menutup penguatan kuartal terendah sejak produksi turun di 3 bulan pertama 2009.
Mengikuti perkembangan rencana pemerintah yang akan mengakhiri subsidi untuk pembelian kendaraan hemat energi di September berkemungkinan memperdalam pelambatan manufaktur yang sedang berjalan seiring lemahnya pertumbuhan di pasar terbesar Jepang. Menteri Ekonomi Satoshi Arai dan Menteri Perdagangan Masayuki Naoshima minggu lalu mengatakan bahwa pemerintah belum memutuskan untuk melanjutkan penawaran (insentif) tersebut.
“Produksi Jepang telah mempertahankan secara mengejutkan perluasan hingga kini dan deselerasi tidak terhindarkan”, dikatakan Kenji Yumoto, direktur dari Japan Research Insitute di Tokyo. “Melanjutkan insentif pembelian kendaraan (hemat energi) tersebut mungkin menjadi pilihan”.
BERITA TERKAIT :
- 10/09/2010 OECD: Ekonomi Global Melambat Tapi Kemungkinan Tidak Resesi
- 09/09/2010 Agenda Penting China: Data Ekonomi Bulanan (Sabtu, 11 Sept.)
- 09/09/2010 Roubini : Proposal Ekonomi Obama Tidak Akan Membuat Perbedaan
- 09/09/2010 Shirakawa: BoJ Harus Perhatikan Kesan Pasar
- 09/09/2010 BoK Tahan Bunga, Bulan Depan?
- 08/09/2010 Indikator Utama Tenaga Kerja Australia Meningkat
- 08/09/2010 Pekerja Perancis Protes Langkah Pemulihan (Ekonomi)
- 08/09/2010 Shirakawa: Meskipun Terbatas, QE Stabilkan Sistem Keuangan
- 07/09/2010 Pernyataan Bank Sentral Australia Mengenai Suku Bunga
- 06/09/2010 Data AS Bawa Bursa Asia ke Level Tinggi Bulanan

















