Dollar Gugup Jelang NFP Hari Jumat

Dollar Gugup Jelang NFP Hari Jumat

Selasa, 01 April 2014 23:53:43 WIB

Monexnews - Dollar terkoreksi pada hari Selasa seiring trader mata uang menantikan data tenaga kerja AS di hari Jumat nanti dan mengabaikan laporan yang menunjukkan tingkat pertumbuhan sektor manufaktur AS bertambah cepat. Indeks dollar melemah sebanyak 0.12% menuju level 80.008, terlepas dari level tinggi 2 pekan yang dicapai hari Senin lalu, saat Gubernur Federal Reserve Janet Yellen membela kebijakan longgar milik bank sentral. Euro juga menguat sebanyak 0.26% terhadap dollar, sempat menyentuh level $1.3810 pada sesi New York. Terhadap yen, dollar mencetak level tinggi pada 103.61 yen, level terbaik sejak 7 maret, setelah laporan menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur bertambah untuk kedua bulan berturut-turut.

"Fokus berada pada data AS," ucap Shaun Osborne, strategis mata uang asing pada TD Securities di Toronto. Data

nonfarm payrolls bulan maret AS dijadwalkan akan dirilis hari Jumat. Pada awal sesi, yen tertekan oleh hasil survey Tankan Jepang yang menambah keragunan mengenai apakah aktivitas perekonomian akan terus membaik tahun ini. Survey ini akan terus menghidupkan ekspektasi bahwa Bank of Japan akan kembali melonggarkan kebijakan jika dampak negatif dari kenaikan pajak penjualan terbukti lebih buruk dari perkiraan, ucap analis.

"Jika ada pelemahan pada data ekonomi Jepang, maka kita akan melihat BOJ melonggarkan kebijakan, ucap Yujiro Gato, strategis mata uang pada Nomura. "Namun kita tidak memperkirakan pelonggaran kebijakan tersebut untuk terjadi dalam waktu dekat, kemungkinan di kuartal ketiga." "Sehingga bagi yang memperkirakan BOJ akan melonggarkan kebijakan dalam jangka pendek mungkin akan kecewa. Namun penurunan pada dollar/yen akan menjadi kesempatan untuk membeli, dan kami memperkirakan dollar/yen akan naik menuju level 104."

Halangan terbaru untuk penguatan dollar datang dari komentar Yellen pada hari Senin yang mengatakan pasar tenaga kerja AS masih cukup lemah dan stimulus moneter dapat menjadi efektif. Komentarnya bertolakbelakang dengan komentar bulan lalu, saat ia menandakan peluang kenaikan suku bunga mulai dari awal 2015. Meski demikian, the Fed sedang menjalankan penarikan stimulus moneter, pelonggaran lanjutan oleh BoJ diperkirakan akan terus menekan yen, ucap Jane Foley, strategis mata uang senior pada Rabobank. "Dengan asumsi yield obligasi AS meningkat pasca QE bearakhir, berlanjutnya kebijakan stimulus di Jepang menandakan yen mungkin akan menjadi mata uang pendanaan yang popular dalam beberapa bulan kedepan," tambahnya.

(xiang)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search