ANZ: Konsumsi Emas China Akan Turun di Tahun 2014

ANZ: Konsumsi Emas China Akan Turun di Tahun 2014

Senin, 02 Desember 2013 17:22:16 WIB

Monexnews - Sementara China telah menjadi sumber tingkat permintaan emas tahun ini, membantu meredam dampak aksi jual dari exchange-traded funds (ETFs) dan turunnya tingkat konsumsi emas India, tingkat impor emas China mungkin akan melambat di tahun 2014, menurut ANZ. "Ada peringatan terhadap ekspektasi tingkat pertumbuhan impor emas di tahun 2013 akan terulang pada tahun depan. Dlam jangka menengah, kenaikan tingkat suku bunga riil dan kembali modal yang rendah untuk emas akan mengurangi daya tariknya sebagai safe haven," ucap Victor Thianpiriya, strategis komoditas pada ANZ.

Harga emas telah anjlok sekitar 28% dalam 12 bulan terakhir, penurunan terbesar keempat sejak tahun 1970, mengurangi daya tarik emas. Sebagai hasilnya, ANZ memperkirakan tingkat impor emas China akan turun sebanyak 10% menjadi 900 juta ton di tahun 2014, dari perkiraan sebanyak 1,050 metrik ton tahun ini. Meski demikian, tingkat impor sebanyak itu akan menjadi rekor tinggi impor kedua China dan dapat melampaui India untuk kedua kalinya.

China diperkirakan akan mengalahkan India sebagai konsumen emas terbesar tahun ini seiring pemerintah India berusaha mengurangi impor emas, ditambah dengan pelemahan pada rupee, dan anjloknya tingkat permintaan di negara Asia Selatan. Thianpiriya juga mengingatkan bahwa penurunan harga di bawah $1,200 pada bulan Juni memicu aksi beli, yang dapat menurunkan tingkat permintaan di masa mendatang. "Investor yang ketiggalan rally untuk pertama kalinya melihat adanya kesempatan kedua untuk membeli. Tingkat permintaan investasi di 3 kuartal pertama 2013 mencapai 780 juta ton, melebihi tingkat investasi untuk tahun 2013. Bagaimanapun, menurut kami tingkat pertumbuhan ini adalah respon sementara terhadap penurunan tajam pada harga emas," ucapnya.

(xiang)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search