Emas Fluktuatif di Tengah Iklim Pemulihan Ekonomi AS

Emas Fluktuatif di Tengah Iklim Pemulihan Ekonomi AS

Rabu, 25 Juni 2014 13:28:00 WIB

Monexnews - Hasil data ekonomi terbaru Amerika Serikat berdampak negatif terhadap pergerakan harga emas. Sejalan dengan kodratnya, perbaikan fundamental di negara perekonomian terbesar dunia membuat logam mulia melemah. Pembelian rumah baru di AS naik di bulan Mei ke level tertinggi dalam 22 tahun, mengindikasikan bahwa industri mengalami rebound dari cuaca musim dingin yang buruk yang terjadi pada awal tahun ini. Penjualan rumah naik sebanyak 18.6% atau kenaikan terbesarnya sejak Januari 1992 ke angka 504.000. Jumlah tersebut melampaui survei estimasi Bloomberg terhadap 74 ekonom. Sektor perumahan mendapatkan momentum seiring membaiknya lapangan kerja dan stabilnya biaya kredit. Sementara tingkat kepercayaan konsumen naik di bulan Juni ke level tertinggi dalam enam tahun terakhir. Indeks Conference Board s naik menjadi 85.2, atau level terkuatnya sejak Januari 2008 dari angka 82.2 di bulan Mei. Kombinasi antara penurunan angka pemecatan karyawan, penambahan jumlah tenaga kerja dan lonjakan harga saham ke rekor tertinggi membuat prospek belanja konsumen, yang menyumbang hampir 70% terhadap perekonomian nasional, semakin positif. "Hasil data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan membuat emas lemah," ujar Stan Shamu, pakar strategi lembaga investasi IG, dalam laporannya. Investor memandang aset berisiko lebih menarik karena perekonomian mulai membaik. Emas sempat merangsek ke level tertingginya di $1318 / ons pada dinihari tadi karena terpengaruh hasil data Jerman dan konflik di Irak, sebelum akhirnya melemah lagi. Spot emas kini terpantau pada posisi $1,313.20/ons atau turun sekitar $5.80 dibandingkan penutupan sebelumnya. Sedangkan kontrak berjangka emas sampai dengan pukul 13.21 WIB bertengger di posisi $1313.40/ons. (dim)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search