Emas Melamah Sebelum Data Payroll AS

Emas Melamah Sebelum Data Payroll AS

Jum'at, 05 Desember 2014 10:00:05 WIB

Monexnews - Emas melemah sebelum di rilisnya data payroll AS yang mungkin akan menunjukkan para pengusaha akan menambahkan lebih banyak pekerja pada bulan lalu, meningkatkan kemungkinan untuk kenaikan biaya pinjaman di negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia di tengah dollar yang menuju kenaikan mingguan ketujuh.

Emas pada hari ini melemah sekitar 0.2% menjadi $1.202.60/onz dan diperdagangkan di kisaran $1,202.90 pada pukul 09.50 wib. Harga

emas kemarin turun sebesar 0.3% setelah European Central Bank mengatakan bahwa mereka tidak akan menambah cadangan emas mereka.

Membaiknya ekonomi AS telah memicu spekulasi bahwa

Federal Reserve akan mulai naikan suku bunga pada tahun depan, itu mengurangi permintaan untuk logam mulia seiring bank sentral lainnya mempertimbangkan untuk meningkatkan stimulus. Sebuah survei the Fed pada tanggal 3 Desember menunjukan kenaikan yang luas dalam jumlah pekerja di berbagai sektor industri, mulai dari luar angkasa hingga keuangan. Logam mulia masih lebih tinggi 3.1% untuk pekan ini, itu adalah yang terbesar sejak Maret, setelah melonjak pada tanggal 1 Desember seiring reboudnya harga energi.

"Pembeli fisik dan beberapa investor kini lebih bijaksana dalam berpikir dalam melihat nilai suatu barang," kata Jonathan Barratt, kepala investasi di Ayers Alliance Securities di Sydney. "Saya masih ingin pasar untuk fokus pada pertumbuhan jumlah pekerja."

Berdasarkan estimasi ekonom dalam survei Bloomberg untuk data dari Departemen Tenaga Kerja AS pada hari ini menunjukkan bahwa pengusaha AS mungkin akan menambahkan 230,000 pekerja di bulan November setelah memperkerjakan 214,000 karyawan baru pada bulan sebelumnya. The Fed akhiri program pembelian aset pada pertemuan di bulan Oktober, yang mengutip dari membaiknya pasar kerja.

(fsyl)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search