Emas Melemah Atas Indikasi Meredanya Ketegangan di Ukraina

Emas Melemah Atas Indikasi Meredanya Ketegangan di Ukraina

Sabtu, 09 Agustus 2014 02:54:57 WIB

Monexnews -

Emas turun pada hari Jumat, di tekan oleh lesunya pembelian fisik dan penguatan di Wall Street, namun serangan udara AS di Irak dan ketegangan di Timur Tengah telah mendukung harga, yang bertahan di atas $1,300/onz.

Emas telah menguat sebesar 1% untuk pekan ini, itu adalah kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan.

Pada awal perdagangan, emas reli ke level tertinggi dalam 3 pekan atas berita pesawat tempur AS membom para milisi ISIS di ibukota Irak Kurdi Arbil. Namun pembelian safe haven setelah itu lesu setelah Menteri Pertahanan Rusia mengatakan bahwa mereka telah akhiri latihan militer di dekat perbatasan Ukraina. Berita tersebut mengirim indeks S&P 500 naik sekitar 1%.

Pada awal tahun ini, emas reli hanya di bawah $1,400/onz di tengah memuncaknya ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina. Emas telah menghapus sebagian besar penguatannya dalam dua pekan terakhir.

Ini sulit untuk mendapatkan penurunan beruntun pada emas mengingat masih berlangsungnya persitiwa geopolitik, terutama ketika volume di balik pergerakan ini telah menjadi sedikit lebih ringan, kata Edel Tully, analis logam mulia di UBS.

Harga emas spot turun sekitar 0.3% di kisaran $1,309. Pada awal perdagangan emas naik ke level tertinggi $1,322.60, itu adalah level tertinggi sejak 14 Juli. Harga emas berjangka AS untuk bulan Desember turun sebesar $1.50 di level $1,311/onz, dengan volume perdagangan sekitar 5% di bawah rata-rata pergerakan 30 hari.

Emas di tekan oleh data yang menunjukkan rebound kuatnya produktivitas bisnis AS di luar sektor pertanian di kuartal kedua, itu telah mengurangi tekanan kenaikan upah dan memungkinkan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga rendah.

Emas di perdagangkan di rentang yang ketat di kisaran $1,300 dalam beberapa pekan terakhir, di dukung oleh perkiraan investor bahwa the Fed dapat naikan suku bunga lebih cepat.

Permintaan fisik masih belum cukup kuat untuk mendukung harga setelah emas melonjak sebesar 3% dalam tiga sesi terakhir. Premi emas di pembeli China bertahan di level $2-$3/onz dan permintaan lebih lemah daripada tahun lalu, kata para dealer.

Bernard Dahdah, analis di Natixis mengatakan bahwa harga emas akan turun lebih banyak tanpa adanya faktor geopolitik karena pembelian fisik di Asia dan permintaan investasi di AS masih lemah

(fsyl)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search