Emas Terkoreksi Seiring Investor Pertimbangkan Outlook AS dan Geopolitik

Emas Terkoreksi Seiring Investor Pertimbangkan Outlook AS dan Geopolitik

Jum'at, 18 Juli 2014 11:31:40 WIB

Monexnews -

Emas melemah dari kenaikan terbesarnya dalam sebulan seiring investor mempertimbangkan outlook kebijakan moneter AS terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik di seluruh dunia.

Emas pada saat ini turun sebesar 0.3% menjadi di kisaran $1.315/onz pada pukul 11.20, membalikan penguatan pada awal perdagangan. Emas kemarin reli sebesar 1.5% karena kecelakaan pesawat penumpang Malaysia Airlines di atas wilayah Ukraina dan invansi

Israel ke Jalur Gaza telah memicu permintaan aset safe haven, yang saat ini masih menuju penurunan mingguan pertama dalam tujuh pekan.

Emas rebound pada tahun ini dari penurunan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga dekade, dalam bagian dari ketegangan antara Ukraina dan Rusia, kekerasan di Irak dan kekacauan di Israel yang telah memicu permintaan

emas. Pesawat Malaysia Airlines di tembak jatuh di atas wilayah Ukraina kemarin, membunuh semua dari 298 jiwa di dalam pesawat tersebut. Saat ini pemerintah Kiev menyalahkan kecelakaan pesawat tersebut kepada para pemberontak pro-Rusia, namun para separatis membantah tuduhan tersebut. Inggris mengatakan bahwa PBB harus menyelediki peristiwa tersebut.

Emas mungkin masih dapatkan beberapa dukungan mengingat masih tingginya ketegangan geopolitik yang kembali menjadi perhatian pasar kembali, kata Barnabas Gan, seorang ekonom di Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura. Konflik di Ukraina tampaknya akan meningkat dan apa yang terjadi dengan Israel juga berikan sedikit dorongan naik pada harga. Dalam jangka panjang, yang akan menggerakan emas bergerak lebih rendah adalah berakhirnya tapering dan melihat apa yang akan Fed lakukan setelah itu.

Dalam testimony kepada parlemen minggu lalu, ketua Fed Janet Yellen mengatakan bahwa dia optimis dengan ekonomi AS, akomodasi masih di perlukan. The Fed mungkin akan naikan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya seiring turunnya tingkat pengangguran dan cepatnya akselerasi inflasi, kata James Bullard, presiden Fed St. Louis.

(fsyl)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search