Impor Emas India Turun 15% Seiring Rajan Berusaha Lindungi Rupee

Impor Emas India Turun 15% Seiring Rajan Berusaha Lindungi Rupee

Rabu, 13 Agustus 2014 11:23:11 WIB

Monexnews -

Impor emas yang di lakukan oleh India, yang merupakan konsumen terbesar setelah China, mungkin akan turun untuk tahun ketiga seiring pemerintah akan membatasi pengiriman untuk mencegah defisit current account dari pelebarannya dan mendukung rupee.

Pembelian dari asing mungkin turun sebanyak 15% menjadi 700 metrik ton di tahun 2014, menurut estimasi median dari sembilan analis dan para penjual perhiasan yang termasuk Gitanjali Gems Ltd. dan Rajesh Exports Ltd. yang di kompilasi oleh Bloomberg. Jumlah impor turun sebanyak 44% menjadi 350 ton di semester pertama, data di tunjukan oleh pemerintah dan World Gold Council.

Melemahnya permintaan dari China dan India, yang menyumbang sekitar setengah dari konsumsi global, mungkin akan membatasi kenaikan pada harga emas yang telah menguat sebesar 8.9% pada tahun ini atas meningkatnya ketegangan di Ukraina dan Timur Tengah. Penggunaan di China turun sebesar 19% di semester pertama seiring investor membeli lebih sedikit emas koin dan batangan. Menteri Keuangan India Arun Jaitley mempertahankan pembatasan impor dalam anggaran tahunannya pada bulan lalu.

"Saya tidak melihat adanya penghapusan terhadap langkah-langkah tersebut dalam waktu dekat," kata Devendra Pant, kepala ekonom di India Ratings & Research, yang merupakan unit lokal dari Fitch Ratings. "Jika kami membiarkan impor emas naik, itu akan berdampak pada current account kami," kata dia dalam sambungan telepon dari New Delhi.

Emas pada saat ini di perdagangkan di n$1,308 pada pukul 11.16 wib. Kontrak berjangka di Multi Commodity Exchange of India menguat sebesar 1.1% pada tahun ini menjadi 28,730 ruppe per 10 gram kemarin.

India meningkatkan bea masuk emas sebanyak tiga kali lipat pada tahun lalu menjadi 10% seiring mereka berusaha untuk memperkecil defisit current account mereka dan membendung penurunan pada rupee. Para importir juga telah memasok sekitar 20% ke kargo mereka untuk para penjual perhiasan untuk di ekspor kembali.

(fsyl)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search