Market Movers: Pasar Lesu Setalah Fed-minutes, Data China

Market Movers: Pasar Lesu Setalah Fed-minutes, Data China

Kamis, 09 Januari 2014 09:59:12 WIB

Monexnews - Pasar ekuiti Asia nampak tertekan bahkan tidak sedikit yang bergerak di zona merah pada perdagangan hari Kamis (9/1) setelah data ekonomi dari China menunjukkan angka inflasi melambat melebihi perkiraan.

Angka inflasi konsumen China (CPI y/y) melambat 2,5% di bulan Desember dari bulan sebelumnya 3%, dan jauh di bawah ekspektasi Reuters yang memproyeksikan 2,7%. Sedangkan inflasi harga produsen (PPI y/y) tercatat -1,4%, masih sama dari tahun sebelumnya.

Rilis data tersebut mencerminkan perekonomian akan sedikit melambat tahun ini. Hal itu berarti kelebihan kapasitas (overcapacity) akan terjadi dan konsolidasi di beberapa sektor akan mulai terlihat. Hanya setelah beberapa tahun konsolidasi, perusahaan yang tersisa akan memiliki nilai kekuatan dan pangsa pasar menjadi lebih menguntungkan. Lesunya perdagangan di sesi Asia juga disebabkan oleh bursa

Wall Street yang berakhir mixed semalam setelah minutes Federal Reserve dari pertemuan Desember mengungkapkan bahwa pihaknya sepakat untuk mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap program pembelian obligasi. Dan the Fed turut prihatin atas resiko ancaman terhadap stabilitas keuangan. Namun minutes tersebut tidak menyajikan jadwal yang pasti terhadap rencana pengurangan pembelian aset selanjutnya. Kini fokus pasar tertuju pada data Non-farm Payrolls (NFP) Amerika pada hari Jumat besok, yang akan memberi indikasi selanjutnya atas kondisi perekonomian Amerika, serta seberapa cepat laju pemangkasan stimulus moneter oleh Federal Reserve akan dilakukan. Sementara laporan ADP-employment semalam menunjukkan perusahaan swasta telah menyerap lebih banyak pekerja hingga 238,000 di bulan Desember, kenaikan terbesar dalam 13 bulan terakhir. Namun reaksi pasar nampak terbatas setelah muncul minutes Federal Reserve. Untuk hari ini, perhatian pasar akan teralihkan kepada keputusan suku bunga dari Bank of England (Inggris) dan European Central Bank (Zona Euro), dimana pasar memperkirakan ke dua bank sentral tersebut tidak akan merubah suku bunga acuannya untuk awal tahun ini. Selain itu, para investor juga akan disuguhkan oleh data trade balance Inggris yang diekspektasi masih defisit serta data industrial production Jerman yang diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. (Ariston Tjendra)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search