Market Movers: Pasar Tunggu Yellen Malam Ini

Market Movers: Pasar Tunggu Yellen Malam Ini

Kamis, 14 November 2013 11:49:11 WIB

Monexnews - Dollar AS tertekan turun saat materi pidato yang akan dibacakan Janet Yellen nanti malam di hadapan komite perbankan senat dalam rangka pencalonan diri sebagai gubernur Fed yang baru dipublikasikan di website bank sentral AS semalam. Dalam materi pidato tersebut, Yellen menekankan masih tingginya tingkat pengangguran dan inflasi masih di bawah target 2%. Ini diindikasikan pasar bahwa Yellen masih mendukung program stimulus Fed untuk memulihkan ekonomi dan peluang tapering di Desember berkurang. Terkuaknya pandangan Yellen ini menguatkan kembali instrumen beresiko termasuk indeks saham dan komoditas.

Isu tapering ini memang masih menjadi penggerak pasar yang kuat karena Federal Reserve tidak memberikan kepastian soal ini. Pasar masih meraba-raba. Yang dipastikan Fed adalah bahwa tapering akan dilakukan jika data-data ekonomi AS membaik terutama data tenaga kerja dan tingkat inflasi serta situasi perekonomian global mendukung. Oleh karena itu, pasar masih akan fokus ke data-data ekonomi AS dan pidato-pidato pejabat bank sentral As untuk menerka kapan tapering akan dilakukan. Malam ini data ekonomi AS yang cukup penting adalah data klaim tunjangan pengangguran yang diprediksi 330 ribu klaim dan data neraca perdagangan yang diproyeksikan defisit $38,7 milyar. Dua indikator kesehatan ekonomi AS ini bisa menunjang peluang tapering di Desember jika data lebih bagus dari prediksi. Namun testimoni Janet Yellen di hadapan komite perbankan senat nanti malam akan menjadi fokus pasar hari ini. Pasar akan berusahan mencari petunjuk mengenai kebijakan moneter Fed di bawah Yellen. Yellen dikenal pasar sebagai sosok yang dovish atau pendukung kebijakan stimulus. Bila Yellen kembali mengungkapkan ke-dovish-annya,

dollar AS bisa kembali melemah dan instrumen beresiko akan menguat kembali.

Market mover lainnya hari ini adalah data GDP dari zona

euro yang sebelumnya dimulai dengan rilisan data GDP Perancis, Jerman, dan Italia. Nilai tukar euro bisa kembali tertekan bila data yang dirilis di bawah prediksi pasar. ECB Monthly Bulletin yang berisikan proyeksi ekonomi zona euro ke depannya juga bisa menjadi penggerak euro. Sementara sterling akan dipengaruhi oleh data penjualan ritel Inggris yang akan dirilis sore ini. Data diperkirakan akan mengalami kenaikan 0,2%.

Dan pagi ini, rilisan data GDP Jepang yang lebih bagus dari prediksi, 0,5% vs 0,4%, turut mengangkat indeks Nikkei, di samping isu Yellen yang dovish.

(Ariston Tjendra)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search