Market Movers: Pelemahan Euro Berlanjut

Market Movers: Pelemahan Euro Berlanjut

Rabu, 14 Mei 2014 10:52:21 WIB

Monexnews - Pelemahan euro menjadi berkah bagi penguatan indeks dollar AS kemarin. Data survei Sentimen Ekonomi ZEW Zona Euro dan Jerman yang lebih buruk dari perkiraan mendorong pelemahan euro terhadap mata uang utama dunia lebih dalam. Berita bahwa Bank Sentral Jerman akan mendukung kebijakan pelonggaran moneter Bank Sentral Eropa, menambah tekanan turun pada nilai tukar euro.

Sementara dollar AS sempat melemah terhadap

yen Jepang semalam karena data Penjualan Ritel AS untuk bulan April dirilis lebih rendah dari proyeksi pasar. Lemahnya data penjualan ritel ini bisa menjadi market mover penekan dollar AS hari ini.

Pagi ini telah dirilis pernyataan dari Gubernur Bank Sentral New Zealand, Graeme Wheeler yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan telah membantu menekan inflasi harga perumahan. Komentar ini menyiratkan bahwa kebijakan kenaikan suku bunga telah membantu perekonomian Selandia Baru dan ini mendukung penguatan nilai tukar dollar New Zealand.

Sore ini dari Inggris akan dirilis data Klaim Tunjangan Pengangguran dan Tingkat Pengangguran. Kedua data ini diproyeksikan akan lebih bag

us dari rilisan bulan sebelumnya. Dan bila demikian, bisa membantu penguatan nilai tukar Poundsterling. Selain itu, pasar juga menunggu Laporan Inflasi Bulanan dan pidato Gubernur Bank Sentral Inggris (BoE), Mark Carney. Kedua event ini cukup penting untuk memproyeksikan kebijakan moneter BoE ke depannya.

Dari Zona Euro akan dirilis data Produksi Industri untuk bulan Maret. Data ini diproyeksi mengalami penurunan sebesar 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Hasil ini bisa menekan kembali nilai tukar euro. Pasar juga akan menantikan pidato dari Gubernur Bank Sentral Jerman, Jens Weidmann. Pernyataan soal dukungan terhadap kebijakan pelonggaran moneter bisa menekan nilai tukar euro.

Dari AS akan dirilis data PPI untuk bulan April. Data diperkirakan naik 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya. Hasil yang di atas prediksi bisa membantu penguatan nilai tukar dollar AS. Selain itu AS juga akan merilis data stok minyak mentah AS mingguan yang pekan ini diprediksi mengalami penurunan stok sebesar 400.000 barel.

Sementara dari bursa saham AS akan dilaporkan earnings untuk perusahaan Cisco System setelah pasar saham ditutup dinihari nanti. Lima hari terakhir ini indeks saham Dow Jones selalu ditutup menguat dan bahkan memecahkan rekor tertinggi baru yang mengindikasikan sentimen positif masih membayangi pergerakan saham AS.

Jadwal earnings selengkapnya:

http://www.monexnews.com/calendar/earnings.htm

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:

http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search