Market Movers: Penjualan Ritel Dan Survei Konsumen AS Bisa Tambah Kekuatan Dollar AS

Market Movers: Penjualan Ritel Dan Survei Konsumen AS Bisa Tambah Kekuatan Dollar AS

Jum'at, 12 September 2014 10:45:03 WIB

Monexnews - Pagi ini indeks dollar AS masih bergerak menguat di kisaran 84.34. Kemarin indeks dollar AS ditutup di kisaran 84.25 dan level tertinggi di kisaran 84.34. Dollar AS masih menguat sering membesarnya ekspektasi pelaku pasar bahwa Bank Sentral AS akan menaikan tingkat suku bunga acuan pertengahan tahun depan. USDJPY mencapai level tertinggi baru 107.33 sejak September 2008. Sementara nilai tukar mata uang utama dunia lainnya juga masih tertekan turun terhadap dollar AS. Demikian pula harga-harga komoditas yang dihargai dalam dollar AS, juga mengalami tekanan turun.

AUDUSD masih bergerak melemah meskipun kemarin data perubahan jumlah orang yang dipekerjakan untuk bulan Ag
ustus meningkat tajam. Prospek kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS dan data Indeks Harga Konsumen China yang melambat memberikan tekanan yang cukup besar terhadap dollar Australia. Sikap Bank Sentral Australia yang masih mempersoalkan nilai tukar dollar Australia yang masih terlalu tinggi juga menjadi pemicu tekanan bagi AUDUSD.

Indeks saham berjangka Asia yaitu Nikkei dan Kospi bergerak menguat sementara Hang Seng terkoreksi. Nikkei menguat seiring dengan pelemahan USDJPY, sementara Kospi menguat setelah komentar dari Bank Sentral Korea (BoK) yang masih akan mempertahankan stimulus. Hang Seng melemah di tengah kekhawatiran pasar dengan data-data ekonomi China yang di bawah ekspektasi pasar belakangan ini.

Siang ini, Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ) Haruhiko Kuroda akan berpidato pada suatu acara wisuda di Tokyo. Pernyataan Kuroda biasanya tidak terlalu berpengaruh pada pasar karena pernyataan yang dikeluarkan biasanya sama dengan pernyataan pasca rapat moneter BoJ. Namun bila Kuroda secara tegas akan mengeluarkan stimulus, mungkin akan memberi dampak pelemahan lanjutan bagi
yen Jepang.

Inggris akan merilis Output Konstruksi untuk Bulan Juli yang diperkirakan terjadi kenaikan sebesar 0,7% dibandingkan bulan sebelumnya, sementara Zona Euro akan merilis data Produksi Industri Bulan Agustus. Kemungkinan kedua data ini tidak berpengaruh terlalu besar terhadap pergerakan nilai tukar mengingat masih besarnya dampak penguatan dollar AS.

Malam hari, AS akan merilis data Penjualan Ritel Bulan Agustus yang diperkirakan naik 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya. Penjualan ritel bisa menjadi indikator kekuatan ekonomi domestik AS. Hasil yang lebih bagus dari prediksi bisa menambah peluang penguatan dollar AS. Market mover untuk dollar AS juga akan datang dari data Survei Sentimen Konsumen AS Builan September yang diperkirakan lebih tinggi dari survei bulan sebelumnya, 83.2 vs 82.5. Hasil yang positif juga berpotensi mendukung penguatan dollar AS.

Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini:
http:/www.monexnews.com/economic-calendar/minggu-ini.htm dan Daily Report kami http://www.monexnews.com/monex-daily.htm

(Ariston Tjendra)



Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search