Market Movers: Pernyataan Petinggi Fed Support Dollar AS

Market Movers: Pernyataan Petinggi Fed Support Dollar AS

Rabu, 07 Agustus 2013 10:33:34 WIB

Monexnews - Indeks dollar mulai menguat kembali sejak pagi tadi merespon pernyataan dua presiden bank sentral AS yaitu Charles Evans dan Dennis Lockhart yang mengatakan kemungkinan Fed akan mulai pengurangan stimulus paling cepat awal September tahun ini. Namun bila data pertumbuhan ekonomi tidak sesuai dengan ekspektasi Fed, kebijakan pengurangan stimulus akan ditunda sementara. Penguatan indeks dollar juga ter-support oleh data defisit neraca perdagangan AS yang lebih kecil dari perkiraan para analis, -$34,2 milyar vs -$43,1 milyar.

Namun terhadap

yen, dollar AS malah melemah. Ini disebabkan kebijakan pengurangan stimulus Fed yang masih menimbulkan tanda tanya. Penguatan yen ini menyebabkan indeks Nikkei ikut terpuruk karena sebagian besar perusahaan yang terdaftar di bursa Jepang ini adalah perusahaan eksportir yang memerlukan pelemahan yen.

Dollar Aussie menguat pasca pengumuman suku bunga dari bank sentralnya yang memutuskan untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,50%. Penguatan ini kemungkinan karena aksi taking profit setelah

aussie turun cukup dalam selama beberapa waktu. Namun penguatan aussie ini masih belum stabil karena baying-bayang potensi pemangkasan suku bunga kembali.

Sore ini dari Inggris akan dirilis laporan inflasi dari bank sentral Inggris dan penjelasan dari Gubernur Bank Sentral Inggris, Mark Carney mengenai kondisi inflasi dan situasi ekonomi serta moneter Inggris. Bila Carney masih mendukung pelonggaran moneter, sterling akan terbebani dan dollar AS bisa menguat lagi.

Sementara dari zona euro, Jerman akan merilis data produksi industrinya. Data ini diperkirakan lebih bagus dari data sebelumnya dengan proyeksi +0,3% vs -1,0%. Bila data ini bagus kemungkinan bisa mendukung mata uang euro.

Dan malam ini, data inventori minyak mentah AS dari lembaga informasi energi pemerintah AS akan dirilis. Inventori minyak mentah diperkirakan akan merosot 1,2 juta barel. Bila turunnya inventori melebihi yang diperkirakan, harga minyak mentah AS bisa mendapatkan dukungan dan rebound. (Ariston Tjendra)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search