Market Movers: Shutdown Berakhir, Aset Beresiko Menguat

Market Movers: Shutdown Berakhir, Aset Beresiko Menguat

Kamis, 17 Oktober 2013 10:27:13 WIB

Monexnews - Kesepakatan batas atas utang AS akhirnya tercapai pagi tadi atau malam hari waktu Washington. Senat dan DPR AS telah menyetujui rancangan undang-undang (RUU) untuk menaikan batas atas utang sementara dengan kesepakatana akan membiayai pemerintah federal hingga 15 Janurari 2014 dan batas atas utang AS akan tersentuh kembali sekitar tanggal 7 Februari 2014.

Meski kesepakatan ini bersifat temporer namun telah meloloskan AS dari status default. Dan ini melegakan pelaku pasar keuangan global. Aset-aset beresiko terutama saham kembali diburu. Pagi ini indeks saham Asia menguat. Shutdown operasional pemerintahan federal AS pun telah berakhir. Aktivitas pemerintahan akan kembali berjalan normal. Dengan berakhirnya masalah

debt ceiling (untuk sementara waktu), perhatian pelaku pasar akan kembali ke data-data ekonomi AS dan kebijakan moneter bank sentral AS. Belum diketahui pasti kapan pemerintah AS akan kembali merilis data-data ekonominya, tapi yang pasti tidak akan lama lagi. Shutdown pemerintahan AS selama 16 hari memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi AS. Bank sentral AS akan mengkaji dampaknya sebagai bahan pertimbangan untuk mengurangi stimulus di samping mengkaji data-data ekonomi AS. Waktu dimulainya kebijakan tapering masih tanda tanya tapi kemungkinan tidak di akhir bulan ini. Federal Reserve dalam laporan Beige Book-nya yang dirilis dinihari tadi mengungkapkan sekitar sepertiga negara bagian mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat sepanjang September hingga awal Oktober.

Market mover lainnya hari ini adalah data penjualan ritel Inggris, data klaim tunjangan pengangguran AS, dan data indeks manufaktur wilayah Philadelphia AS. Nasib

sterling akan ditentukan oleh data penjualan ritelnya sore nanti yang diperkirakan akan mengalami kenaikan 0,5% dibandingkan bulan sebelumnya yang turun 0,9%. Sterling bisa menguat kembali jika data melebihi prediksi. Sementara kekuatan dollar akan ditentukan malam ini oleh data klaim tunjangan pengangguran dan data indeks manufaktur Philadelphia. Data yang bagus akan membantu penguatan dollar AS.

(Ariston Tjendra)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search