Investor USDJPY Perlu Fokus pada Data CPI dan Penjualan Retail AS

Investor USDJPY Perlu Fokus pada Data CPI dan Penjualan Retail AS

Rabu, 13 Desember 2017 11:04:16 WIB

Monexnews -Pasangan dollar/yen lanjut menguat sejak awal pekan ini ditopang berita perkembangan positif pembahasan RUU Pajak di Kongres. Keputusan Federal Reserve menaikkan bunga pada pertemuan pekan ini diperkirakan tidak terelakkan lagi. Di sisi seberang, data GDP final Jepang kuartal ketiga yang di atas estimasi, kendati menggembirakan namun tidak cukup kuat menguatkan yen. Bagaimana pergerakan USDJPY di sisa pekan ini, berikut artikel disadur dari Forexcrunch.com:

Senat akhirnya setuju meloloskan RUU Pajak versi mereka ke tingkat Kongres dengan voting 51 berbanding 49 suara. Jumlah anggota Senat dari Partai Republik yang setuju pembahasan RUU ini semakin bertambah dan pembahasan bersama anggota House of Representative mengalami kemajuan. Persetujuan ini membuat pasar saham New York pecah rekor dan menguatnya dolar terhadap yen. Jika semua sesuai rencana, RUU Pajak akan disahkan menjadi undang-undang di akhir tahun ini.

Data tenaga kerja AS variatif, dimana data jumlah tenaga kerja yang terserap bertambah banyak melebihi estimasi namun kenaikan upah cenderung mendatar dan stagnan di angka 2.5% year on year. Kendati data ini bisa melemahkan dolar, namun keputusan Fed menaikkan bunga tidak akan terhenti.

Keputusan FOMC, CPI dan Penjualan Retail Keputusan rapat FOMC akan diumumkan nanti malam atau Kamis dini hari dengan The Fed diperkirakan menaikkan bunga 0.25% dengan indikasi komentar para pejabat The Fed sebelum pertemuan sangat jelas ke arah san. Proyeksi kenaikan bunga tahun depan tampaknya tidak berubah, tetap 3 kali . Jika keputusan bunga dan outlook Fed tahun depan tidak berubah maka trader hanya perlu fokus memperhatikan data nanti malam yaitu

inflasi AS dan data Kamis malam yaitu penjualan retail AS. Kedua data ini merupakan faktor kunci yang bisa menentukan kebijakan moneter. Selama ini The Fed masih mempertimbangkan kondisi inflasi AS yang masih rendah sehingga tidak terlalu hawkish. Jika tetap rendah maka Fed akan sulit menaikkan bunga di bulan-bulan mendatang.

Dari Jepang, trader perlu fokus pada data indeks manufaktur

Tankan. Jika mengalahkan estimasi yen berpeluang menguat. Di sisi moneter, BOJ tidak akan mengubah kebijakannya dalam waktu dekat sehingga trader bisa mengabaikan faktor BOJ.

(Irdy)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search