DJIA Melemah Lanjutkan Sentimen Buruk Data US

DJIA Melemah Lanjutkan Sentimen Buruk Data US

Kamis, 02 April 2015 14:22:24 WIB

Monexnews -

DJIA mencatat pelemahan pada sesi Kamis, setelah semalam data-data ekonomi US mencatat pelemahan, yang membawa pelemahan dollar sehingga membatasi pelemahan Dow. Dow kembali rebound semalam dari low 17472, sedikit diatas low bulan lalu pada 17460. Pasar US akan libur besok, tetapi sesi elektronik Dow masih dapat diperdagangkan dengan ditutup lebih cepat.

Penguatan Bursa terganggu oleh data ekonomi pekerjaan sektor swasta US dan data manufacturing yang meningkatkan kekuatiran menjelang data utama US besok.

Semalam, data ADP Non-Farm US menambahkan 189ribu pekerjaan bulan Maret, turun dari ekspektasi ekonom yaitu kenaikan 225ribu pekerjaan. Tingkat terendah sejak Januari 2014. Jumat besok, data utama non-farm payroll US diekspektasikan naik 245ribu pada bulan Maret, mengikuti penguatan 290ribu di bulan Febuari.

Data terpisah semalam menunjukan data perkembangan manufaktur di US melambat ke tingkat terendah dalam hampir 2 tahun. Dollar melemah setelah data tersebut dengan mengukuhkan penguatan rally dollar beberapa waktu ini telah memukul sektor eksport. Hal ini juga meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve mungkin tidak akan menaikan suku bunga hingga menjelang akhir 2015.

Mayoritas pasar akan ditutup pada hari Jumat untul libur Paskah/ Jumat Agung, dengan beberapa pasar berlanjut hingga hari Senin, dan baru dibuka kembali hari Selasa.

Trend Bearish.

Res : 17715 - 17790 - 17870
Sup : 17460 - 17305- 17205

(andian)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search