Kospi Menguat Ikuti Sentimen Bursa Asia

Kospi Menguat Ikuti Sentimen Bursa Asia

Selasa, 01 April 2014 11:04:55 WIB

Monexnews - Kospi open gap up dan menguat pada hari Selasa, melanjutkan sentimen penguatan 2 minggu terakhir dan mencatat high baru tahun ini pada pagi ini di 260.40.

Pasar Asia catat high 4 bulan pada hari Selasa setelah data resmi PMI menunjukan sektor manufaktur berhasil berlanjut berkembang pada bulan Maret, dan pernyataan dovish dari kepala Federal Reserve Janet Yellen.

Data China PMI naik ke 50.3 pada bulan Maret dari data Febuari 50.2, sejalan dengan forecast para ekonom. Diatas 50 menggambarkan pertumgbuhan, dibawah 50 menggambarkan perlambatan.

Sementara data PMI sendiri tidak dapat menepis kekuatiran perlambatan di China, sentimen investor telah berkembang beberapa minggu terakhir ini bahwa pemerintah China akan mengadopsi rencana stimulus untuk mencapai target pertumbuhannya.

Bursa juga terdukung setelah Yellen mendukung perlunya komitmen Luar Biasa untuk mendukung ekonomi US, nampaknya mengganggu ekspektasi kemungkinan peningkatan suku bunga yang lebih cepat.

Yellen memberikan pembelaan yang kuat terhadap kebijakan pelonggaran Fed pada pidato publik pertama-nya sejak dia menjabat sebagai kepala Federal Reserve 2 bulan lalu, menyatakan masih adanya kekuarangan yang cukup besar pada perekonomian dan pasar tenaga kerja.

Pasar berkembang yang mengalami selloff pada awal tahun terpukul kekuatiran perubahan kebijakan Fed, perlambatan ekonomi China, dan ketidak stabilan politik di beberapa negara, nampak mendapat stabilitas kembali.

Inflasi Zona Eropa turun ke 0.5% pada bulan Maret, level terendah sejak November 2009, berada dalam level bahaya bagi Eropa, dengan 6 bulan berturut-turut dibahwah 1%.

Tetapi hanya sedikit pelaku pasar yang mengekspektasikan kebijakan ECB akan berubah pada pertemuan hari Kamis, sebagian atas komentar dari anggota ECB dan presiden Bundesbank Jens Weidmann pada hari Sabtu.

Weidmann menyatakan bahwa zona eropa tidak dalam lingkup deflasi dan ECB tidak perlu bersikap berlebihan atas perlambatan inflasi yang disebabkan oleh faktor musiman yang harusnya terbukti hanya bersifat sementara.

Trend Bullish.

Res : 261.85 263.25 264.45

Sup : 257.10 255.60 254.45

(andian)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search