Ekonomi AS Terus Membaik, Akan Ada Akselerasi Kenaikan Bunga Fed

Ekonomi AS Terus Membaik, Akan Ada Akselerasi Kenaikan Bunga Fed

Senin, 11 Desember 2017 14:33:46 WIB

Monexnews -Penguatan ekonomi A.S. dapat memacu Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga dua kali dalam 3 1/2 bulan ke depan. Penyebabnya adalah pasar tenaga kerja yang kian ketat sehingga mendorong risiko ke sisi positif, sebuah survei di Bloomberg menunjukkan.

Hasil survei median terhadap 41 ekonom, yang dilakukan pada 5-7 Desember, menunjukkan bahwa para ekonom masih berekspektasi kenaikan tiga kali bunga The Fed pada tahun 2018 namun kenaikannya akan dimajukan, salah satunya proyeksi kenaikan di bulan Juni 2018 menjadi Maret 2018. Kenaikan terdekat di pekan ini dimana dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dimulai Selasa besok, bank sentral diprediksi akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basispoin menjadi 1,25 - 1,5 persen.

"Tingkat

pengangguran telah turun tajam menjadi 4,1 persen dan berdasarkan data tersebut kami memprediksi pertumbuhan 3 persen-plus dalam dua kuartal ke depan," kata Stephen Stanley, kepala ekonom di Amherst Pierpont Securities. "Perkembangan yang terjadi di bidang ekonomi mengarah pada kenaikan yang lebih banyak dan tidak sedikit lagi," imbuhnya.

Komite Pasar Terbuka Federal akan mengeluarkan sebuah pernyataan dan proyeksi ekonomi baru pada pukul 2 siang. di hari Rabu waktu A.S, atau Kamis dini hari WIB. Sementara Ketua Fed Janet Yellen dijadwalkan mengadakan konferensi pers setelahnya.

Pertemuan Selasa ini akan menjadi sesi pertemuan terakhir Yellen dengan media. Salah satu pejabat Fed Jerome Powell, calon usulan Presiden Donald Trump akan menggantikannya pada bulan Februari, setelah mendapat persetujuan Senat.

Para ekonom tidak mengharapkan perubahan kepemimpinan akan menghasilkan perubahan besar dalam kebijakan Fed pada tahun 2018. Sembilan puluh persen dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa mereka percaya bahwa kenaikan bunga The Fed tahun depan "hampir sama" dengan prediksi mereka jika Yellen kembali diangkat karena Powell diperkirakan meneruskan kebijakan Yellen.

(Irdy)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search