Kontribusi Sektor Pertambangan Australia Merosot Tajam

Kontribusi Sektor Pertambangan Australia Merosot Tajam

Rabu, 22 Mei 2013 18:45:03 WIB

Monexnews -

Kontribusi sektor Sumber Daya Alam (SDA) terhadap perekonomian Australia akan melemah dalam beberapa tahun mendatang dipicu memudarnya kesuksesan industri pertambangan, kata Menteri Keuangan Australia, Martin Parkinson.

Meski perusahaan di sektor sumber daya melansir proyeksi lonjakan produksi, kata Parkinson, kenaikan itu tak akan cukup mencegah penurunan kontribusi sektor itu terhadap keseluruhan pertumbuhan ekonomi. Fase baru produksi tak lagi padat karya, jelasnya.

Perusahaan pertambangan seperti BHP Billiton Ltd telah memperlambat laju investasi mereka di Australia. Mereka lebih fokus untuk meningkatkan laba, dengan meningkatkan produksi dari aset yang sudah ada.

Industri pertambangan saat ini berkontribusi sekitar 10% dari

PDB Australia, ujar Parkinson. Persentase itu sekitar dua kali lipat ketimbang satu dekade lampau.

Australia adalah satu dari segelintir negara maju yang mampu terhindar dari resesi, sesudah krisis finansial melanda dunia. Perekonomian Australia turut diselamatkan permintaan sumber daya mineral dari Asia, khususnya Cina, yang menjadi rekanan dagang terbesar Negeri Kanguru.

Tetap saja, booming investasi pertambangan yang banyak berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan yang positif selama lebih dari dua dekade perlahan-lahan melemah. Kondisi ini memicu bank sentral Australia untuk memangkas suku bunga tahun ini sampai rekor terendahnya, untuk memacu sektor lain mengangkat ekonomi.

Sementara itu, penurunan harga komoditas ekspor utama Australia seperti batu bara dan bijih besi yang terjadi tahun lalu ikut membebani pendapatan pemerintah. Australia berpeluang terjerumus defisit yang diperkirakan 19,4 miliar dolar Australia dalam tahun fiskal ini. Padahal Perdana Menteri Julia Gillard menjanjikan sedikit surplus pada pemilihan umum lalu.

(Sap)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search