Kredit Baru China Turun di Bulan Oktober, Memicu Kemungkinan Pengetatan Moneter

Kredit Baru China Turun di Bulan Oktober, Memicu Kemungkinan Pengetatan Moneter

Selasa, 12 November 2013 01:24:49 WIB

Monexnews -

Jumlah pinjaman bank terbaru di China menyentuh level terendah dalam 10-bulan di Oktober dan ukuran secara luas pada likuiditas turun moderat dari bulan sebelumnya, menambahkan bukti bahwa bank sentral mungkin akan berbalik sikap ke arah pengetatan moneter.

Data yang di rilis pada hari Senin oleh

People Bank of China menunjukkan bank telah membuat pinjaman terbaru pada mata uang lokal sebesar 506.1 milyar yuan ($83.10 milyar) di bulan Oktober, lebih rendah dari perkiraan 600 milyar yuan dan di bawah bulan sebelumnya yang sebesar 787 milyar.

Penurunan pada pinjaman bank sejalan dengan lambatnya pertumbuhan dalam jumlah pembiayaan sosial secara keseluruhan, yang merupakan ukuran secara luas dari likuiditas dalam ekonomi. Itu sebanyak 856.4 milyar yuan di bulan Oktober dibandingkan dengan 1.4 triliun yuan pada bulan sebelumnya.

Angka yang di tunjukan oleh bank sentral memungkinkan untuk adanya pengetatan moneter di bandingkan dengan bulan sebelumnya, terutama mempertimbangkan tekanan inflasi yang meningkat di kuartal keempat, kata Wang Jin, analis dari GuoTai Junan Securities di Shanghai.

Inflasi tahunan China naik ke level tertinggi dalam delapan bulan di 3.2% pada bulan Oktober, data di tunjukan pada hari Sabtu, menghidupkan kecemasan pasar tentang pengetatan kebijakan moneter seiring produksi pabrik dan data investasi menunjukkan tanda-tanda stabil dalam perekonomian.

People Bank of China tidak menyuplai likuiditas ke pasar keuangan selama berlangsungnya pasar terbuka regular pada hari Kamis, memicu kecemasan mereka akan memulai putarab baru daru pengetatan dalam beberapa bulan kedepan, kata para trader.

Kami percaya bahwa kebijakan pengetatan moneter telah di mulai, dan jumlah pinjaman baru di bank dan pembiayaan social secara keseluruhan akan menurun di kuartal keempat dari level tertinggi mereka di kuartal ketiga, kata Zang Zhiwei, ekonom dari Nomura dalam catatannya kepada klien,

(fsyl)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search