Lembaga Keuangan Naikkan Target Pertumbuhan Yunani

Lembaga Keuangan Naikkan Target Pertumbuhan Yunani

Selasa, 17 September 2013 13:17:03 WIB

Monexnews - Perekonomian negara Yunani kembali melambat pada periode kuartal II 2013 dengan rasio kontraksi mencapai 4.6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun demikian, potret ekonomi dalam negeri secara keseluruhan mulai membaik. Yunani sedang menapaki fase resesi untuk tahun ke-enam secara beruntun akibat terjebak dalam program pemangkasan anggaran dan agenda pengurangan hutang nasional. Pada kuartal I tahun ini tingkat kontraksi Yunani adalah 5.6%. Turunnya laju perlambatan tersebut sejalan dengan prediksi analis, di mana perekonomian diyakini berbalik positif pada tahun 2014 mendatang. Setelah pertama kali resmi masuk dalam fase resesi, tingkat pengangguran di Yunani melonjak sampai 27.6% (data Mei) sekaligus menandai rekor tertinggi dalam sejarah modern. Hanya dalam satu bulan, rasio warga tanpa pekerjaan bertambah lebih dari setengah persen dari 27% di bulan April. Kekhawatiran terbesar mengerucut pada tingginya jumlah warga usia muda (15-25 tahun) yang belum mempunyai mata pencaharian tetap, rasionya mencapai 65%. Angka perhitungan sudah termasuk kalkulasi daya serap SDM di saat musim liburan, di mana Yunani adalah salah satu destinasi wisata paling laris di Eropa. Sementara jumlah warga yang kehilangan pekerjaan sudah naik nyaris 200.000 menjadi total 1.38 juta jiwa dalam 12 bulan terakhir. Jika ditotal selama 5 tahun belakangan, eskalasi krisis telah menyebabkan 1 juta orang masuk dalam kategori pengangguran. Terlepas dari buruknya fakta-fakta tersebut di atas, Yunani dinilai berada dalam jalur yang benar menuju pemulihan. Pendapat ini dilontarkan oleh lembaga keuangan UBS, yang baru saja menaikkan proyeksi ekonomi Yunani untuk tahun 2013 dari minus 4.5% menjadi minus 3.9%. Sementara untuk tahun depan, UBS meyakini pertumbuhan berbalik positif menjadi 0.2% atau lebih baik dibandingkan ekspektasi sebelumnya di level nol atau nihil. Upgrade proyeksi ekonomi tersebut dilakukan dengan mengacu pada laporan GDP kuartal II yang lebih baik dibandingkan estimasi dan membaiknya sentimen bisnis di kuartal III. Sebagai catatan, UBS merasa kalau keseimbangan ekonomi lebih cepat tercapai jika kondisi saat ini dipertahankan. "Target fiskal dan neraca keuangan Yunani akan tercapai pada 2013, demikian pula dengan kinerja neraca berjalan. Di tahun 2014, negara ini akan mampu mencetak surplus," ulas UBS dalam laporan penelitiannya. Pun demikian, segala perkiraan masih terbilang mentah karena risiko akan selalu ada. Yunani telah mengalami perlambatan ekonomi sejak 2010, pasca dipaksa meraup pinjaman senilai total 240 miliar Euro dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF). Efek pengucuran stimulus terbukti tidak mampu menggenjot pos penghasilan negara dalam dua tahun terakhir. IMF bahkan memprediksi Yunani masih akan kekurangan dana sampai 11 miliar Euro dalam dua tahun ke depan karena beban cicilan hutang mereka lebih besar ketimbang pendapatan ekonominya. (dim)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search