Sanksi Berat Menanti Inggris Jika Langgar Kesepakatan Brexit

Sanksi Berat Menanti Inggris Jika Langgar Kesepakatan Brexit

Rabu, 07 Februari 2018 17:54:42 WIB

Monexnews -Sebuah kabar mengejutkan datang dari situs online RT.com, Rabu, yang mengutip dokumen terkait negosiasi Brexit. Mengutip laporan wartawan The Times yang melihat dokumen tersebut, RT memberitakan adanya ancaman sanksi dari Uni Eropa yang temasuk berat jika Inggris melanggar kesepakatan transisi Brexit.

Dalam dokumen itu disebutkan Uni Eropa dapat menggunakan sanksi seperti melarang penerbangan ke Eropa dari Inggris, menangguhkan akses pasar tunggal, dan memberlakukan tarif perdagangan untuk menghukum Inggris jika melanggar persyaratan transisi Brexit, Brussels telah memperingatkan.

Di bawah proposal yang disusun oleh Komisi Eropa, Uni Eropa akan memiliki kekuatan hukum yang belum pernah terjadi sebelumnya - tanpa pengawasan pengadilan Eropa - untuk menghukum Inggris secara sepihak jika melanggar persyaratan transisi. Teks hukum lima halaman yang dilihat oleh The Times tersebut meminta Uni Eropa untuk dapat "menangguhkan beberapa manfaat" sebagai "opsi nuklir" jika Inggris melanggar prinsip "kerja sama tulus" yang akan berada dalam perjanjian akhir Brexit.

Proposal negosiasi itu menyebutkan Inggris akan dihukum jika melanggar kesepakatan perdagangan dengan negara-negara non-UE, memberikan

keringanan pajak ke industri dalam negeri dan mensubsidi sektor domestik lainnya, yang dapat dianggap "merugikan kepentingan serikat pekerja."

Hukuman juga bisa berarti Kota London diblokir dari pasar keuangan Eropa dan pesawat dihentikan dari akses terbang di atas wilayah udara "angkasa tunggal" Uni Eropa.

Perdana Menteri

Theresa May juga telah diperingatkan oleh Brussels bahwa dia harus membuat komitmen hukum untuk mencegah dibangunnya perbatasan di Irlandia Utara dalam beberapa minggu atau UE akan "menunda" perundingan perdagangan dan transisi Brexit. Kedua isu tersebut diperkirakan akan dibahas oleh menteri pada hari Rabu ini saat subkomisi kabinet Brexit bertemu untuk mencoba mencapai kesepakatan mengenai tahap negosiasi berikutnya.

Dokumen UE tersebut kemungkinan akan membuat marah para pendukung Partai Konservatif yang menganggap pengaturan transisi ini akan menempatkan Inggris menjadi "negara bawahan" setelah pisah dari Uni Eropa. Proposal yang berisi sanksi kejam berisiko menyebabkan perang dagang antara Uni Eropa dan Inggris, menggambarkan ketidakpercayaan antara pemerintah dan negara-negara Eropa

(Irdy)


Lihat Disclaimer
   
 
 
 
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search