AUDUSD menuju 0.65?

Jum'at, 28 Oktober 2016 09:09:57 WIB
Azhar Fauzi Noor
Periset dan Analis Monex Medan

Ringkasan Banyak faktor seperti suku bunga dan harga komoditas telah memberikan kekuatan Australia tahun ini. Dukungan harga komiditas perlahan memudar. Harga komoditas jatuh dan harapan sukubunga AS naik, dolar Australia akan mulai meluncur turun. Diperkirakan AUDUSD akan hit pada level 65 sen AS pada tahun 2017. Dari harapan semua investor atas kenaikan suku bunga Federal Reserve yang potensial, aliran modal pun cukup deras masuk ke AS. Sejumlah faktor telah mendukung dolar Australia selama tahun ini, namun seiring kejatuhan harga-harga komoditas dunia hal ini akan mempengaruhi kestabilan neraca perdagangannya dan akan berpengaruh pada nilai tukar AUDUSD. AUD diperkirakan akan bermain pada level 0.70 dan berpotensi jatuh di 0.65 atas valuasi terhadap US Dolar. Apa yang telah mengangkat dolar Australia? Meskipun ekonomi Australia berusaha untuk beralih dari ketergantungan pada komoditas karena masih sangat banyak komoditas lain yang kaya sumber daya dan nilai ekonomis bagi negara. Jika harga bijih besi, batubara dan minyak naik, demikian juga dolar Australia ikut menguat. Australia menjadi produsen kedua terbesar dunia setelah China dan memiliki kekuatan untuk menentukan nilai tukar mata uang nya sendiri karena daya tawar sebagai produsen terbesar. Asstralia juga sebagai eksportir minyak dan kenaikan harga minyak memberikan dukungan atas dolar Australia, begitu juga dengan dengan kenaikan harga batubara Negara tujuan nomor satu untuk komoditas Australia ini tentu saja Cina. permintaan yang tinggi untuk komoditas dari Australia telah mendorong harga naik tahun ini, mendorong mata uang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi meskipun RBA memangkas sukubunganya dengan catatan produk domestik bruto Cina tetap kuat akan menjadi katalis apakah ekonomi dalam kontraksi positif atau stagnan. Ketika investor melihat ekonomi China masih tumbuh dengan kuat, maka permintaan atas membeli dolar Australia akan mingkat. Sebuah "ekonomi booming" berarti permintaan untuk sumber daya, komoditas Australia, dan dolar Australia. Faktor terakhir adalah suku bunga. Meskipun RBA telah memangkas suku ke rekor terendah, sebesar 1,5% namun hal ini memberikan imbal balik positif di bandingkan negara maju lainnya. Seperti tarif di Amerika Serikat, Kanada, Jepang dan Eropa yang tetap rendah, hasil diferensial yang disajikan di Australia sangat menarik bagi investor. Saat ini ada kesenjangan 1% antara tarif US dan tarif Australia. Apa yang akan membawa dolar Australia turun? Singkatnya AS dan China. Ketika Amerika Serikat menaikkan suku bunga maka ini tidak hanya merubah diferensial pada AUD yang positif tapi akan mengalihkan sentimen positif pada USD. Dolar AS akan mulai menjadi tujuan yang menarik tujuan penempatan uang lagi. Australia akan menjadi tidak menguntungkan dan mata uang akan jatuh dan jatuh akibat perbedaan bunga ini. Ketika bunga US sama dengan bunga Australia. Ini bukan pertanda baik untuk harga komoditas. Hal ini sebagian besar karena permintaan datangnya dari Cina yang telah membuat harga meroket tahun ini. Ketergantungan permintaan dari Cina dipandang berbaya untuk nilai tukar mata uang Australia karena AUD akan mengikuti harga komoditas yang juga bergerak turun. Selanjutnya, peningkatan pasokan bijih besi dalam beberapa bulan ke depan dari Brasil dan Australia bisa meningkatkan risiko penurunan harga bijih besi. Melimpahnya pasokan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk harga biji besi ini pulih. Investor pasar modal juga mulai memberikan sentimen bearish cukup bearish pada produsen bijih besi besar. Akhirnya, penurunan suku bunga Australia masih jauh dari selesai. Inflasi bulan ini bertengger di 1,3%, bacaan yang cukup positif dan telah membuat banyak orang percaya pemotongan suku bunga lebih lanjut dari RBA akan terjadi.. Tapi perlu dicatat bahwa Australia menderita beberapa minggu akibat badai dan banjir baru-baru ini yang mendorong harga buah naik tinggi. Harga buah selama kuartal terakhir naik luar biasa 20% , memberikan sumbangsih inflasi cukup besar. Dengan cuaca badai yang kembali normal tidak semerta-merta memberikan penurunan langsung pada harga buah-buahan yang berarti inflasi bisa juga turun secara signifikan. Jika hal ini terjadi maka RBA mungkin akan terpaksa memotong suku bunga untuk mencapai target inflasi 2% sampai 3%. Forecast Actual Q4/16 Q1/17 Q2/17 Q3/17 Currency 0.76 0.76 0.75 0.75 0.74


(noor)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search