Alibaba Belum Temukan 'Rumah' untuk IPO

Alibaba Belum Temukan 'Rumah' untuk IPO

Jum'at, 27 September 2013 13:23:19 WIB

Monexnews - Alibaba mengurungkan niatnya untuk menggelar penawaran saham perdana (IPO) di bursa saham Hong Konng. Perusahaan spesialis jual beli online itu gagal mencapai kesepakatan dengan pihak operator terkait aturan struktur korporasi emiten. Dalam sebuah tulisan di blog, co-founder sekaligus Executive Chairman Alibaba menyatakan bahwa wacana IPO di bursa saham terbesar ke-dua Asia sudah tertutup. "Kami memahami bahwa pengawas Hong Kong tidak ingin mengubah tradisi hanya karena satu perusahaan. Namun kami juga memiliki kebijakan sendiri dalam menyikapi perubahan trend," tulis Joe Tsai, salah satu sosok paling berpengaruh di industri transaksi elektronik China. Tsai tidak berkomentar soal bursa mana yang akan dibidik Alibaba selanjutnya untuk dijadikan 'rumah' IPO. Alibaba mengajukan dokumen berisi struktur organisasi perusahaan kepada pengawas bursa. Di dalam struktur itu, para pendiri perusahaan memiliki akses untuk mengambil kebijakan strategis demi kesinambungan bisnis. Mereka berwenang menentukan arah perusahaan tanpa pengaruh dari fluktuasi pasar modal secara keseluruhan. Dengan menentukan kebijakan secara mandiri, Alibaba meyakini bahwa kepentingan konsumen dan pemegang saham lebih terjaga. Poin itulah yang tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa Hong Kong. Walaupun tidak mengeluarkan komentar resmi, Chief Executive Operator Bursa Hong Kong menyebut pihaknya menghadapi dilema besar. Dalam blognya, Charles Li mengaku terjebak di dalam pilihan, menjaga tradisi atau melakukan reformasi aturan. Alibaba sendiri memiliki tiga pemegang saham mayoritas, yakni Softbank Corp Jepang dengan jumlah saham sebesar 35%, disusul oleh Yahoo yang mempunyai 24% dan pihak pendiri mendapat 10% kepemilikan saham. Setelah gagal IPO di Hong Kong, Alibaba diprediksi memilih New York sebagao pelabuhan IPO. Apabila benar adanya, maka IPO Alibaba akan menjadi pelepasan saham perdana terbesar setelah IPO Facebook tahun 2012 lalu yang raupan dananya mencapai $16 miliar. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search