CEO Yahoo: Kami Serius Garap Wilayah Asia

CEO Yahoo: Kami Serius Garap Wilayah Asia

Rabu, 12 Februari 2014 14:44:53 WIB

Monexnews - CEO Yahoo, Marissa Mayer, menyatakan optimismenya terhadap prospek bisnis perusahaan di masa depan. Menurut bos wanita ini, pihaknya tidak akan kehabisan akal untuk bersaing di dunia teknologi karena pangsa pasar masih terbuka lebar. Dalam Konferensi Teknologi Goldman Sachs yang digelar di San Francisco, Mayer menyebut Yahoo akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kinerja. Selain melanjutkan merjer dan akuisis, strategi lain akan dipakai termasuk dengan berinvestasi di Asia. Penanaman modal di perusahaan asal China, Alibaba, sukses menghasilkan keuntungan besar bagi Yahoo pada periode buku tahun lalu. Oleh karena itu, Mayer berniat memperluas cakupan bisnisnya dengan menyiapkan pendanaan baru untuk proyek sejenis. "China berevolusi secara cepat. Tinggal bagaimana cara kita untuk memmbidik peluang di sana," demikian ujar Marissa Mayer. Pada kuartal II 2013 lalu, angka penjualan Alibaba naik sampai 61% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. Pendapatan bersihnya bahkan melonjak dalam rasio fantastis, yakni menembus 145%. Pihak direksi masih menganggap pos iklan sebagai sumber pemasukan utama bagi kas perusahaan. Dengan membuat program yang berkualitas mulai dari berita, olahraga dan hiburan, Mayer optimis pemasukan iklan akan tetap dominan. "Kami memiliki sumber data terlengkap di internet, dan tahu apa yang masing-masing konsumen inginkan," tegas Mayer. Melalui pengelompokan data pengguna secara akurat, Yahoo berupaya mencocokkan setiap iklan dengan minat penggunanya. Sejak pertengahan tahun lalu, Yahoo memang berinisiatif untuk mengambil strategi berbeda dalam menaikkan lagi pamornya yang mulai surut. Di bulan November 2013, pihak manajemen merekrut Katie Couric sebagai 'global anchor' atau ikon untuk memasarkan berbagai produk layanannya ke seluruh dunia. Marissa Mayer menyebut Couric akan menjadi ikon Yahoo News dan tampil di website perusahaan layaknya brand ambassador produk internasional. Couric sendiri sebelumnya mrupakan salah satu penyiar berita paling populer di channel ABC News. Langkah bisnis terbaru Yahoo adalah menjalin kerja sama dengan Yelps untuk mengoptimalkan fitur review pencarian lokal dalam search engine-nya. Kesepakatan yang diteken akhir pekan lalu itu menandai keseriusan Yahoo untuk bersaing dengan Bing dan Google di tengah ketatnya iklim persaingan bisnis. Seperti diketahui, pangsa pasar Yahoo kini hanya sebesar 10.8%; atau jauh lebih rendah dari Bing (18.2%) dan Google (67.3%) dalam kategori mesin pencari favorit pengguna internet. [Harga saham Yahoo (NASDAQ:YHOO) ditutup pada posisi $38.50 atau menguat 1.96% pada sesi perdagangan Selasa (11/02)] (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search