Gagal Bersaing di Pasar Ponsel, Intel Diminta Realistis

Gagal Bersaing di Pasar Ponsel, Intel Diminta Realistis

Jum'at, 09 Mei 2014 13:41:27 WIB

Monexnews - Dalam beberapa tahun belakangan, Intel ngotot mengembangkan bisnisnya ke industri ponsel cerdas. Tidak kunjung berhasil, produsen prosesor ini diminta untuk menghentikan usahanya ketimbang mengejar cita-cita yang tidak realistis. Setelah tiga dekade meraup laba dari industri komputer, Intel mencoba peruntungan di smartphone dunia. Sayangnya, perusahaan gagal mengadaptasi teknologi dan memperoleh laba sebagaimana mereka pernah dapatkan dari pasar komputer. Banyak pengamat meminta Intel tidak keras kepala masuk ke bisnis yang jelas bukan keahliannya. Pasalnya produsen semikonduktor ini justru mengalami penurunan laba sejak memperluas bisnis ke pasar prosesor ponsel. "Kami yakin kalau akan lebih baik jika Intel menutup divisi mobile-nya, sama seperti yang dilakukan oleh TI," ujar Analis JP Morgan, Christopher Danely. TI sendiri merujuk pada perusahaan Texas Instruments, yang memutuskan keluar dari industri chip ponsel dan lebih serius mengurusi produksi chip analog. "Intel harus fokus ke bisnis komputer, sektor di mana mereka sudah menguasai pasar," tambah Danely. Apabila efisiensi bisa dilakukan, termasuk dengan menutup produksi komponen ponsel, Danely meyakini kalau laba per saham Intel akan naik menjadi 50 sen pada tahun 2015 mendatang. Pihak direksi Intel sendiri pernah mengakui kalau mereka menjadi korban transisi gadget dan gagal mengikuti arus perubahan. Kekurangan itulah yang membuat nama besar Intel pudar di tengah geliat industri tablet dan ponsel pintar dunia. "Kami menanggung akibat dari lesunya penjualan komputer dan laptop," ujar Andy Bryant, Presiden Intel kepada media pada bulan November lalu. Walaupun sudah lama malang melintang di industri mikro prosesor dunia, Intel masih kesulitan untuk menembus pasar tablet dan ponsel. Produk jualan yang mereka tawarkan kerap ditolak oleh pembuat ponsel-ponsel pintar di banyak negara. Salah satu perusahaan yang selama ini setia memakai jasa prosesor chip buatan Intel adalah Lenovo. Seri chip Atom terakhir Intel dibenamkan pada produk Lenovo K900, yang menjadi varian penjualan andalan. Namun ketika membuat produk sekuelnya, yakni K910 atau Vibe Z, Lenovo justru enggan memakai jasa Intel dan lebih memilih Qualcomm sebagai supplier komponen chip. Pihak Intel mengaku sudah tidak dilibatkan lagi dalam proses produksi ponsel K910. Namun perseroan membantah kalau kerjasama mereka dengan Lenovo sudah berakhir. "Hubungan antara kedua perusahaan bersifat produktif dan jangka panjang, mencakup banyak produk," tegas Intel dalam statement-nya. Produsen chip nomor satu dunia ini meyakini bisa kembali dipercaya dalam pembuatan ponsel-ponsel baru di masa depan. [Harga saham Intel (Nasdaq: INTC) pada sesi perdagangan 8 Mei 2014 ditutup pada level $26.34 atau melemah 0.11%] (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search