Gagal Penuhi Target Laba, Dunkin' Salahkan Kondisi Ekonomi

Gagal Penuhi Target Laba, Dunkin' Salahkan Kondisi Ekonomi

Jum'at, 25 Juli 2014 11:02:41 WIB

Monexnews - Dunkin' Brands Group Inc gagal memenuhi target laba pada kuartal II lalu. Perusahaan induk dari restoran Dunkin' Donuts dan Baskin Robbins ini mengaku bisnisnya terkendala oleh berbagai tantangan.

Sepanjang kuartal II 2014, Dunkin' hanya mampu meraup keuntungan $46.2 juta atau 43 sen per
saham atau lebih tinggi dibandingkan laba tahun lalu yang sebesar $40.8 juta (38 sen per saham). Sementara total penghasilan usaha naik 4.6% menjadi $190.9 juta. Walaupun labanya bertambah, kenaikannya berada di bawah perkiraan pelaku pasar dan perusahaan. Analis yang disurvei oleh Thomson Reuters sebelum memprediksi laba per saham akan tembus 47 sen dan pemasukan mencapai $198.5 juta.

Angka penjualan per restoran naik 4.2% untuk Baskin Robbins. Namun penjualan rata-rata dari setiap restoran Dunkin' Donuts anjlok 3.1% dan Baskin Robbins turun 1.6% di seluruh dunia. Setelah melihat laporan yang ada, pihak direksi langsung memangkas target pertumbuhan omset untuk tahun 2014 dari 6-8% menjadi 5-7%. Keuntungan setahun penuh juga direvisi dari $1.79-1.83 menjadi $1.73-1.77 per sahamnya.

Perusahaan menyalahkan 3 faktor yang menghambat bisnis mereka yaitu, persaingan yang semakin keras, cuaca buruk dan pergeseran trend di kalangan konsumen. Padahal di awal tahun Dunkin' bertekad untuk memperluas jaringan restorannya di Amerika, memperkuat pasar internasional dan mengubah strategi bisnis es krim-nya. "Tampaknya kami terkendala oleh masalah ekonomi makro. Hal ini berdampak pada perubahan populasi konsumen setia Dunkin'," kata CEO Nigel Travis dalam jumpa persnya. Sementara di Amerika, Travis menuding berkurangnya kebijakan ekonomi pemerintah telah menurunkan daya beli warga.

Harga saham Dunkin' langsung anjlok 5.5% menjadi $41.55 sesaat setelah laporan laba rugi dirilis kemarin (24/07). Revisi terhadap target pendapatan setahun penuh menunjukkan bahwa laba Dunkin' Donuts dan Baskin Robbins tidak akan terlalu bagus dalam satu semester ke depan. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search