Gara-gara Kredit Janggal, Bank China Tunda Keinginan IPO

Gara-gara Kredit Janggal, Bank China Tunda Keinginan IPO

Jum'at, 19 Juni 2015 15:41:47 WIB

Monexnews - Salah satu calon emiten bursa Hong Kong, Bank of Jinzhou Co, terpaksa harus menunda keinginan initial public offering-nya (IPO) karena tersandung kasus pinjaman. Bank yang berpusat di China bagian utara ini diwajibkan memberi penjelasan kepada pengawas bursa sebelum mendapat restu untuk menggalang modal baru dari IPO senilai US$600 juta. Bank of Jinzhou diminta oleh pengawas bursa untuk menjelaskan perihal pemberian pinjaman kredit lebih dari $1 miliar kepada induk perusahaan panel matahari, Hanergy Group. Padahal publik mengetahui kalau perusahaan milik taipan Li Hejun ini sedang bermasalah dan berada dalam penyelidikan otoritas keuangan Hong Kong. Saham anak usahanya, Hanergy Thin Film, anjlok 47% dalam hitungan menit pada tanggal 20 Mei lalu sehingga pengawas harus menghentikan jual beli serta menggelar investigasi. Belum ada keterangan lebih lanjut dari Komisi Pasar Modal Hong Kong tentang hasil temuannya namun bisa dipastikan ada sesuatu yang salah dengan saham atau manajemen Hanergy. Bank of Jinzhou sendiri tadinya berencana masuk ke bursa bulan ini juga sebelum ada mosi keberatan dari pihak bursa. Kini target IPO diundur sampai kuartal III 2015, itupun jika pemerintah mau menerima penjelasan pihak direksi soal hutang untuk Hanergy. Bank of Jinzhou sudah menunjuk CCB International (Holdings) Ltd., sebagai koordinator IPO utama. Jika mengacu pada rekam jejaknya, kinerja keuangan bank satu ini terbilang bagus. Tahun lalu, Jinzhou mencetak kenaikan laba bersih 57% ke angka 2,1 miliar Yuan (US$339 juta). Sementara non-performing loan ratio-nya juga rendah di kisaran 0,99% sampai dengan akhir Desember 2014. Adapun tier 1 capital adequacy ratio, indiktor kecukupan modal, terpantau di posisi ideal 8,64%. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search