Hampir Separuh Saham di Indeks S&P Berada di Fase Bearish

Hampir Separuh Saham di Indeks S&P Berada di Fase Bearish

Selasa, 11 Desember 2018 10:05:04 WIB

Tertekan oleh kekhawatiran tentang pertumbuhan global, indeks S & P 500 pada hari Senin turun sebanyak 1,89 persen sebelum berbalik arah dan mengakhiri sesi dengan kenaikan 0,17 persen, memangkas kerugiannya sejauh ini di bulan Desember hingga 4,44 persen. Sebanyak 245 saham atau hampir setengahnya di indeks telah jatuh harganya sebesar 20 persen dari level tertinggi setahun.

Indeks pada hari Senin turun sekitar 11 persen dari penutupan tertinggi pada 20 September. Indeks S&P 500 telah mengalami koreksi sejak Oktober, yang didefinisikan oleh banyak investor sebagai penurunan 10 persen atau lebih dari tertinggi. Memang belum melewati ambang 20 persen, secara luas dipandang sebagai definisi pasar bear.

Namun, 245 saham dalam S&P 500 - 49 persen komponennya - pada hari Senin telah jatuh 20 persen atau lebih dari tertinggi 52-minggu mereka. 127 saham S&P 500 lainnya jatuh 10 persen atau lebih dari tertinggi 52-minggu mereka, tetapi kurang dari 20 persen.

Saham Apple Inc (AAPL.O), perusahaan Wall Street yang paling berharga dan komponen terbesar S & P 500, telah menurun 27 persen dari rekor tertinggi pada 3 Oktober, mempercepat kerugian indeks karena investor resah atas permintaan pasar yang menurun untuk produk iPhone.

Jumlah saham bearish yang hampir separuh total saham di indeks Standard & Poors 500 ini mengindikasikan bahwa indeks-indeks lain di bursa New York (NYSE) dapat mengikuti.

Lebih dari 1.200 saham yang tercatat di NYSE masuk ke level terendah 52 minggu pada hari Senin, sementara rata-rata saham yang mendarat ke level terendah tahunan telah mencapai level tertinggi sejak awal krisis keuangan tahun 2008.

Pesimisme telah menyebar melampaui S & P 500 ke perusahaan-perusahaan kecil di seluruh pasar saham AS, dengan ratusan saham mencapai titik terendah untuk tahun ini setiap hari dalam sesi-sesi terakhir.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search