JPMorgan Sepakat Bayar Denda $410 juta

JPMorgan Sepakat Bayar Denda $410 juta

Rabu, 31 Juli 2013 10:41:55 WIB

Monexnews - JPMorgan Chase sepakat membayar denda senilai $410 juta untuk menyelesaikan kasus manipulasi listrik di wilayah California dan Midwest. Kompensasi ini harus dibayar setelah anak perusahaan JPMorgan Venture Energy Corp. digugat karena menaikkan tarif listrik secara sepihak antara bulan September 2010 dan November 2012. Federal Energy Regulatory Commission (FERC) menilai perusahaan patungan tersebut telah melakukan strategi penawaran manipulatif di industri sumber tenaga. JPMorgan akan membayar $124 juta kepada warga California yang telah membayar listrik dalam jumlah yang terlalu tinggi dalam kurun waktu tersebut di atas. Sementara bagi pelanggan di area midwest, mereka akan menerima ganti rugi total sebesar $1 juta. Sementara sisanya lagi dari jumlah denda keseluruhan harus dibayarkan kepada negara melalui Departemen Keuangan. Meskipun tidak menyatakan bersalah maupun menyangkal tuduhan itu, pihak JPMorgan mengaku bersyukur atas putusan regulator. Pihak direksi menyatakan siap berkonsultasi dengan pihak lain dalam proses pengambilan kebijakan di masa depan agar skandal serupa tidak terjadi. FERC melihat JPMorgan telah melakukan penawaran tender tenaga listrik dengan cara yang tidak sehat. Hal ini kemudian berujung pada lonjakan harga listrik yang disuplai oleh perusahaan itu, dan mereka mendapat puluhan juta Dollar dari penetapan tarif di atas harga pasar. Harga saham JPMorgan ditutup pada level $55.33 atau turun 0.65% pada sesi perdagangan Selasa kemarin. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search