Kas Berlimpah, Yahoo Berniat Suntik Modal ke Snapchat

Kas Berlimpah, Yahoo Berniat Suntik Modal ke Snapchat

Selasa, 07 Oktober 2014 10:54:51 WIB

Monexnews - Ketika perusahaan internasional lain sedang rajin menimbun uang kas, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Yahoo, justru terus memperluas bisnisnya. Dengan berbekal limpahan modal segar, bukan hal sulit bagi pihak direksi untuk melakukan aksi strategis. Yahoo berencana investasi $20 juta ke perusahaan pesan foto yang sedang naik daun, Snapchat. Menurut Wall Street Journal, apabila niat itu terwujud maka nilai Snapchat akan terkerek menjadi $10 miliar. CEO Yahoo, Marissa Mayer, sepertinya sedang ingin membuat pemegang sahamnya senang dengan terus melakukan investasi yang bisa mendatangkan keuntungan. Adapun uang yang akan dipakai untuk belanja modal merupakan hasil keuntungan investasi pada perusahaan online terbesar China, Alibaba. Saham Yahoo bahkan sudah meroket 20% dalam 6 bulan terakhir di tengah simpang siur berita soal IPO Alibaba. Marissa Mayer sudah memberi tanda bahwa ia berniat membagikan separuh laba dari IPO Alibaba kepada pemegang saham. Caranya kemungkinan adalah dengan melakukan aksi buyback atau pembayaran dividen. Di sisi lain, investor masih memantau ke mana sebagian keuntungan tersebut akan dialokasikan. Investasi di Snapchat bisa saja menjadi langkah besar pertama Yahoo pasca kesuksesan Alibaba. Namun selain tidak sebesar Alibaba, popularitas Snapchat ditakutkan hanya bersifat musiman. Aplikasi foto ini memang sangat disukai di kalangan anak muda terutama karena tidak adanya iklan yang mengganggu. Namun di sisi lain kebijakan itu justru membuat perusahaan tidak punya pemasukan berarti. Hal inilah yang harus diterjemahkan oleh Yahoo apabila mereka benar-benar serius ingin berinvestasi. [Harga saham Yahoo Inc (NASDAQ:YHOO) ditutup pada posisi $41.52 atau menguat 1,19% pada sesi perdagangan hari Senin (06/10).] (dim) etika perusahaan internasional lain sedang rajin menimbun uang kas, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Yahoo, justru terus memperluas bisnisnya. Dengan berbekal limpahan modal segar, bukan hal sulit bagi pihak direksi untuk melakukan aksi strategis. Yahoo berencana investasi $20 juta ke perusahaan pesan foto yang sedang naik daun, Snapchat. Menurut Wall Street Journal, apabila niat itu terwujud maka nilai Snapchat akan terkerek menjadi $10 miliar. CEO Yahoo, Marissa Mayer, sepertinya sedang ingin membuat pemegang sahamnya senang dengan terus melakukan investasi yang bisa mendatangkan keuntungan. Adapun uang yang akan dipakai untuk belanja modal merupakan hasil keuntungan investasi pada perusahaan online terbesar China, Alibaba. Saham Yahoo bahkan sudah meroket 20% dalam 6 bulan terakhir di tengah simpang siur berita soal IPO Alibaba. Marissa Mayer sudah memberi tanda bahwa ia berniat membagikan separuh laba dari IPO Alibaba kepada pemegang saham. Caranya kemungkinan adalah dengan melakukan aksi buyback atau pembayaran dividen. Di sisi lain, investor masih memantau ke mana sebagian keuntungan tersebut akan dialokasikan. Investasi di Snapchat bisa saja menjadi langkah besar pertama Yahoo pasca kesuksesan Alibaba. Namun selain tidak sebesar Alibaba, popularitas Snapchat ditakutkan hanya bersifat musiman. Aplikasi foto ini memang sangat disukai di kalangan anak muda terutama karena tidak adanya iklan yang mengganggu. Namun di sisi lain kebijakan itu justru membuat perusahaan tidak punya pemasukan berarti. Hal inilah yang harus diterjemahkan oleh Yahoo apabila mereka benar-benar serius ingin berinvestasi. [Harga saham Yahoo Inc (NASDAQ:YHOO) ditutup pada posisi $41.52 atau menguat 1,19% pada sesi perdagangan hari Senin (06/10).]


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search