Laba HSBC Turun 20% di Kuartal Pertama

Laba HSBC Turun 20% di Kuartal Pertama

Rabu, 07 Mei 2014 16:22:13 WIB

Monexnews - Laba kuartal pertama HSBC turun sebanyak 20% dari setahun lalu menjadi 6.8 milyar dollar seiring penurunan pada pendapatan bank investasi, sementara earnings tahun lalu melambung akibat penjualan aset. HSBC, yang merupakan bank terbesar di Eropa namun meraup sebagian besar keuntungan dari Asia, mengatakan pihaknya terus merasakan sepinya aktivitas konsumen di bulan April. Sebagian besar pendapatan bank investasi anjlok pada kuartal pertama seiring awal tahun yang buruk untuk perdagangan bond dan suku bunga, dan HSBC mengatakan laba pada divisi perbankan global dan pasar miliknya turun sebanyak seperlima dari ertahun lalu. Namun HSBC mengatakan telah mendapatkan bagian pasar pada sejumlah area, termasuk bursa saham dan modal hutang serta advisory. CEO Stuart Gulliver mengatakan ia berada dalam fase kedua perombakan yang bertujuan membuat banknya lebih sederhana, lebih gesit dan efisien serta dapat menghasilkan laba dan dividen lebih tinggi untuk para pemegang saham. Rasio efisiensi biaya HSBC berada pada 55.7% di kuartal pertama, dekat dengan targetnya di sekitar pertengahan level 50, namun laba pada penjualan saham turun menjadi 11.7%, di bawah target pada 12-15%. HSBC mengatakan pihaknya memangkas biaya operasional sebanyak 2% menjadi 8.8 milyar dollar di kuartal pertama, namun pengeluaran di luar barang sekali pakai naik sebanyak 2%. HSBC telah mengurangi lebih dari 40,000 pekerja dan menjual atau menutup 60 cabangnya dalam 3 tahun belakangan untuk memagnkas biaya, namun mengatakan telah menambah 1,100 pekerja di kuartal pertama, terutama untuk mendukung divisi compliance dan menambah jumlah pekerja di daerah yang berpotensi untuk bertumbuh. HSBC melaporkan laba sebelum pajak sejumlah 6.8 milyar dollar, turun dari 8.4 milyar dollar setahun lalu namun berada di atas perkiraan sebesar 6.6 milyar dollar. (xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search