Meski 'Menumpang' Data Center, Alibaba Ingin Kuasai Bisnis Cloud

Meski 'Menumpang' Data Center, Alibaba Ingin Kuasai Bisnis Cloud

Senin, 08 Juni 2015 12:30:29 WIB

Monexnews - Setelah mengklaim diri sebagai raja bisnis teknologi di China, Alibaba Group terus memperluas sayapnya ke luar negeri. Kali ini perusahaan jual beli terbesar Tiongkok berencana lebih serius menggarap bisnis jasa penyimpanan berbasis awan (komputasi Cloud). Alibaba menyimpan ambisi untuk mengalahkan perusahaan semacam Amazon, Google dan Microsoft di industri 'cloud'. Perusahaan yang didirikan oleh miliarder Jack Ma ini telah menjalin partnership dengan beberapa nama besar di sektor teknologi, termasuk Intel, guna mewujudkan keinginan tersebut. Melalui anak usaha di bisnis cloud, Aliyun, Alibaba bisa memanfaatkan data center yang dipunyai oleh mitra bisnisnya untuk keperluannya sendiri. Dengan cara menumpang pusat penyimpanan milik orang lain, Alibaba bisa menghemat lebih banyak uang ketimbang harus membangun data center-nya sendiri. Lebih dari itu, partnership dengan perusahaan luar juga membuka ruang untuk menjaring konsumen dari negara lain. "Kami mulai berhadapan dengan masalah (kapasitas) penyimpanan. Klien kami sekarang membutuhkan penyimpanan data yang lebih besar," kata Presiden Aliyun, Simon Hu, kepada CNBC. Pihak direksi juga mengutarakan komitmennya untuk membantu pengusaha skala kecil dan menengah dalam penyimpanan data dengan cara menyediakan infrastruktur yang memadai, termasuk untuk urusan data analytic. "Kami mau jadi pihak yang membantu mereka. Kami mau mengubah industri ini," tambah Hu. Alibaba sudah meneken 7 partnership dengan penyedia layanan teknologi. Selain Intel, ada pula nama besar semacam raksasa data center Amerika, Equinix dan operator telekomunikasi Singapura, SingTel. [Harga saham Alibaba (NYSE:BABA) ditutup pada level $90.70 atau menguat 0,12% di sesi perdagangan Jumat (05/06).] (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search