Nilai Samsung Turun $15 Milyar Atas Earnings Yang Melemah

Nilai Samsung Turun $15 Milyar Atas Earnings Yang Melemah

Jum'at, 01 Agustus 2014 18:00:48 WIB

Monexnews -

Saham Samsung Electronics Co. merosot untuk hari kedua di Seoul, mendorong untuk penurunan nilai pasar untuk produsen smartphone terbesar di dunia tersebut menjadi $15 milyar sejak mereka membukukan laba terkecil dalam dua tahun.

Saham mereka turun sebesar 7.4%, mengapus lebih banyak nilai pasar mereka terhadap rivalnya dari Korea yaitu LG Electronics Inc., sejak Samsung kemarin merilis laporan

earnings yang berada di bawah estimasi analis, dengan laba turun sebesar 18% pada stagnanya pengirimam ponsel.

Dominasi Samsung saat ini berada di bawah ancaman seiring Apple Inc., sukses memikat para pembeli smartphone high end dan para vendor dari China yang termasuk Xiaomi Corp dan Huawei Technologies Co. sukses menarik para konsumen dengan anggaran terbatas dengan perangkat yang berisi fitur yang menarik dengan harga yang lebih murah. Produsen dari smartphone Galaxy, yang memiliki dana tunai sekitar $58 milyar, adalah satu-satunya dari lima produsen top yang membukukan penurunan pengiriman di bulan Juni seiring pangsa pasar mereka menyusut sebesar 7.4%, menurut data dari Startegy Analytics.

Samsung tidak hanya tidak mencapai estimasi earnings pasar namun juga gagal untuk mancapai harapan investor pada pembayaran dividen mereka, kata Ko Jung Woo, seorang analis di BS Securities Co., pada hari ini. Hampir tidak ada katalis yang mendukung pertumbuhan untuk mendorong nilai

saham mereka pada saat ini.

Samsung kemarin mengatakan bahwa mereka akan membayar dividen interim sebesar 500 won persaham, itu adalah jumlah pembayaran yang sama untuk delapan dari sembilan tahun terakhir, menurut data yang di kompilasi oleh Bloomberg.

Saham Samsung turun sebesar 3.8% menjadi 1,292,000 won pada hari ini. Saham mereka telah turun sebesar 5.8% pada tahun ini, di bandingkan dengan kenaikan sebesar 3.1% pada indeks Kospi. Itu adalah penurunan tebesar dalam dua hari oleh perusahaan dalam hampir dua tahun terakhir.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search