Pemerintah India Tuduh IBM Kemplang Pajak Rp9.6 triliun

Pemerintah India Tuduh IBM Kemplang Pajak Rp9.6 triliun

Senin, 04 November 2013 12:11:40 WIB

Monexnews - Badan pengawas pajak India meminta perusahaan asal Amerika Serikat, IBM, untuk melunasi tanggungan pajak senilai 53.57 miliar Rupee atau sekitar 9.6 triliun Rupiah. Beban itu merupakan pajak pendapatan luar biasa untuk tahun fiskal 2009 lalu. Dalam pernyataan via email, juru bicara IBM India menyatakan pihaknya memang sudah menerima surat peringatan dari pemerintah. Namun ia menolak untuk menyebutkan jumlah pajak yang ditagih kepada perusahaannya. Menurut surat kabar Business Standard, Kantor Pajak India mengklaim IBM India tidak melaporkan hasil penghasilan tahun 2009 sesuai kenyataan dan meminta perusahaan itu membayar kewajibannya sesegera mungkin. Selama kurang lebih 3 tahun terakhir, sengketa pajak antara pemerintah dan IBM terus berlangsung. "IBM tidak sepakat dengan klaim yang diajukan oleh pemerintah dan siap melakukan langkah hukum," tulis juru bicara IBM dalam suratnya. Dalam laporan dokumen 10-Q yang dikirim kepada pengawas pasar modal Amerika (SEC), IBM menyatakan adanya kerugian $394 juta pada pos pajak sebelum pendapatan cabang di India. Sebagian besar dari jumlah itu dipakai untuk membayar biaya banding atas kasus pengemplangan pajak yang dilaporkan oleh pemerintah setempat. IBM sendiri berharap bisa memenangkan proses hukum karena merasa gugatan badan pajak tidak beralasan. Selain IBM, pemerintah India juga giat melakukan operasi pajak terhadap beberapa perusahaan internasional seperti Shell dan Vodafone. Perusahaan-perusahaan itu dituduh mengemplang pajak dengan cara memodifikasi laporan laba rugi. Kurangnya fungsi pengawasan pajak di negara ini membuat pihak swasta kerap menyiasati pungutan pajaknya masing-masing.
*Harga saham IBM ditutup pada posisi $179.23 atau menguat tipis 0.01% pada sesi perdagangan hari Jumat lalu (01/11). (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search