Penjualan Sari Buah Lesu, Coca-cola Tutup Pabrik di Rusia

Penjualan Sari Buah Lesu, Coca-cola Tutup Pabrik di Rusia

Jum'at, 09 Mei 2014 13:03:24 WIB

justify;">Monexnews - Banyak yang tidak mengetahui kalau Coca-cola tidak hanya membuat salah satu minuman paling terkenal di dunia. Perusahaan ini juga memiliki anak usaha di Rusia, yang produk utamanya berupa sari buah atau jus. Sayangnya, strategi bisnis perseroan kurang berhasil sehingga dua pabriknya harus tutup. Coca-cola resmi menutup dua dari empat lokasi pembuatan minuman sari buah yang berlokasi di Rusia. Fasilitas produksi milik perusahaan minuman Nidan akan ditutup pada 1 Juni mendatang sehingga kapasitas produksinya akan dialihkan ke pabrik lain. Padahal Coca-cola baru empat tahun mengambilalih perusahaan minuman ini dengan nominal mencapai $276 juta. Pabrik yang ditutup terletak di daerah Novosibirsk di Siberia dan Moskow. Beberapa orang dari 1000 tenaga kerjanya akan dipindah ke pabrik Multon, sementara sisanya kemungkinan diberhentikan. "Pangsa pasar minuman sari buah turun 5% tahun lalu, dan performa penjualan Nidan bahkan lebih buruk lagi," ujar Vladimir Kratsov, juru bicara Nidan. Menurutnya, perusahaan sudah berencana menutup pabrik sejak lama, namun keputusannya baru diambil akhir tahun lalu. Nidan sendiri dibeli oleh Coca-cola pada tahun 2010 silam atau lebih muda dibandingkan Multon, yang sudah diakuisisi pada tahun 2005. Apabila digabungkan, kedua perusahaan jus ini memiliki fasilitas produksi sebanyak lebih dari 790 juta liter per tahun. Pihak perusahaan mengklaim penutupan pabrik tidak terkait dengan konflik yang terjadi di Rusia, namun Nidan mengakui bahwa ketengangan politik tersebut hanya akan semakin memperburuk keadaan. Menurut data Euromonitor, Coca-cola menguasan 23.5% pasar minuman sari buah Rusia dengan estimasi nilai mencapai $4.6 miliar (2013). Sementara Pepsi Co, yang kalah tenar di Amerika Serikat dan sebagian besar negara, justru memiliki basis konsumen 35.5% di Rusia. [Harga saham Coca-cola ditutup pada posisi $40.73 atau melemah 0.44% pada sesi perdagangan Kamis (08/05).] (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search