Produsen Komponen iPhone Tunda Bangun Pabrik di Indonesia

Produsen Komponen iPhone Tunda Bangun Pabrik di Indonesia

Jum'at, 25 April 2014 13:55:03 WIB

Monexnews - Foxconn Technology Group menunda keputusan investasi proyek senilai $1 miliar di Indonesia. Produsen komponen untuk produk iPhone dan iPad tersebut memilih untuk menunggu hasil pemilu sebelum membangun pabriknya. Pada bulan Februari lalu, perusahaan asal Taiwan ini telah menandatangani letter of intent pembangunan pabrik di Jakarta dengan daya serap tenaga kerja sebanyak 2000 orang. Rencananya, proposal konkrit proyek itu akan diserahkan kepada pemerintah pada bulan Mei mendatang. Namun pihak perusahaan menunda pengiriman proposal karena hasil pemilu legislatif kemarin tidak memunculkan partai pemenang dominan. Belum jelasnya arah kepemimpinan Indonesia dalam lima tahun ke depan dianggap sebagai isu yang patut dipertimbangkan oleh raksasa elektronik ini. Foxconn akhirnya memutuskan untuk menunggu siapa yang akan menjabat sebagai presiden RI yang baru, di mana kepastiannya baru didapat pada bulan Oktober. "Kami masih menjalin komunikasi (dengan pemerintah), namun keputusan akan diambil setelah pemilu presiden," demikian pernyataan resmi Foxconn. Awal tahun ini, Foxconn Technology Group mengumumkan rencana pembangunan pabrik berteknologi tinggi di Amerika Serikat dan pabrik yang lebih sederhana di Indonesia. Kenaikan biaya produksi dan penurunan citra China di mata konsumen dunia mendorong Foxconn mengalihkan pabriknya ke luar negeri. Indonesia dianggap sebagai wilayah produksi potensial karena beban biaya dan tenaga kerjanya lebih murah dibandingkan negara Asia lainnya. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search