Saham Harley Davidson Merosot Setelah Mereka Pangkas Perkiraan Pengiriman Tahunan

Saham Harley Davidson Merosot Setelah Mereka Pangkas Perkiraan Pengiriman Tahunan

Rabu, 22 April 2015 00:47:29 WIB

Monexnews -

Harley-Davidson Inc., produsen sepeda motor terbesar di AS, sahamnya turun ke level terendah dalam lebih dari dua tahun setelah mereka memangkas outlook pengiriman tahunan karena perusahaan tidak berencana untuk menyamai diskon besar yang diberikan oleh pesaing mereka.

Perkiraan untuk pengiriman sepeda motor di seluruh dunia berkisar antara 276,000 sampai 281,000 unit, turun dari proyeksi sebelumnya untuk 282,000 hingga 287,000 unit, ucap perusahaan yang berbasis di Milwaukee tersebut dalam pernyataannya pada hari Selasa. Penjualan retail Harley pada periode awal tiga bulan ini turun sebesar 1.3% dari setahun yang lalu.

CEO

Harley Davidson, Keith Wandell dalam pernyataannya mengatakan bahwa mengingat hasil penjualan retail di kuartal pertama dan yang sedang berlangsung, serta meningkatnya tingkat persaingan yang agresif dalam pemberian diskon di AS yang kami perkirakan akan masih berlangsung, maka kami mengambil langkah untuk menurunkan estimasi pertumbuhan untuk pengiriman sepeda motor setahun penuh untuk mengelola suplai sejalan dengan permintaan dan melindungi merek premium kami.

Volume penjualan retail dikuartal pertama turun 0.7% di AS, 1.1% di wilayah Asia Pasifik, dan 5.6% di Eropa dan Timur Tengah, ucap perusahaan. Penjualan mereka naik 0.3% di Amerika Latin dan 5.7% di Kanada.

Laba bersih di kuartal pertama naik 1.5% menjadi $269.9 juta, atau $1.27 per saham, dari $265.9 juta, atau $1.21 persaham, kata perusahaan. Hasil tersebut lampaui $1.23 dari estimasi rata-rata dari 12 analis yang di kompilasi oleh Bloomberg. Pendapatan dari sepeda motor dan produk lainnya yang terkait turun 3.9% menjadi $1.51 miliar.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search