Saham Nintendo Merosot Di Tengah Tekanan Untuk Keluar Dari Bisnis Hardware

Saham Nintendo Merosot Di Tengah Tekanan Untuk Keluar Dari Bisnis Hardware

Senin, 20 Januari 2014 15:03:08 WIB

Monexnews -

Nintendo Co. saat ini sedang berada di bawah tekanan untuk mempertimbangkan akhiri produksi mesin video game setelah laporan penjualan yang mengecewakan pada konsol Wii U dan di perkirakan akan ada kerugian lebih lanjut, mendorong nilai sahamnya untuk jatuh.

Nilai saham Nintendo turun sebanyak 6.2% menjadi 13.745 yen pada hari ini, penurunan terbesar di Tokyo sejak 9 september. Penurunan nilai saham telah menghapus nilai perusahaan sebesar $1.2 milyar. Nintendo pada tanggal 17 Januari di proyeksikan akan mengalami kerugian operasional untuk tahun fiskal sekarang yang berakhir di bulan Maret dan memangkas perkiraan untuk penjualan tahunan konsol Wii U lebih dari dua pertiga dari target awal.

Presiden Satoru Iwata seharusnya mengakui kekalahannya pada Wii U, dengan cara menutup produksi dan membuka karkater ikon software Nintendo yang termasuk Zelda dan Super Mario ke smartphone, tablet dan konsol yang mana kebijakan saat ini telah membuat berantakan strateginya, kata Michael Pachter, seorang analis di Wedbush Securities di Los Angles. Nintendo seharusnya keluar dari bisnis hardware pada umumnya, kata Patcher.

Iwata harus bertanggung jawab untuk Wii yang kehilangan daya tariknya, kata Pathcer. Dia akan berada di bawah tekanan untuk membuat perubahan yang dramatis. Jika dia dapat melakukannya di saat dia masih dalam posisinya, akan ada lebih banyak kekuatan untuk dia, namun mereka perlu untuk membuat beberapa perubahan.

Iwata, yang berusia 54 tahun, mengatakan bahwa dia mempertimbangkan perubahan dalam model bisnis perusahaan yang berbasis di Kyoto, dan dia tidak terlihat mundur dari posisinya saat ini. Sampai saat ini, dia telah menolak untuk menawarkan waralaba Nintendo untuk bersaingn dengan sistem konsol lainnya atau perangkat mobile. Dia tidak memberikan penjelasan yang spesifik pada strategi barunya pada saat konfrensi pers pada tanggal 17 Januari di Osaka.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search