Saham Shell Terkoreksi Meski Jaga Level Pembagian Dividen

Saham Shell Terkoreksi Meski Jaga Level Pembagian Dividen

Jum'at, 30 Januari 2015 00:06:12 WIB

Monexnews -

Royal Dutch Shell menyalahkan kerugian pada divisi produksi minyak Shell, disebabkan oleh penghapus bukuan dan kerugian valas pada Q4 2014 lalu, menyebabkan profit perusahaan tersebut meleset -20% dari perkiraan.

Shell, sebagai perusahaan energy Eropa terbesar turut mengumumkan pemangkasan biaya sebesar $15 milyar untuk periode 3 tahun agar dapat mengimbangi efek penurunan harga minyak. Namun perusahaan berencana untuk menjaga level dividen tidak berubah dari kwartal sebelumnya di level $0.47 per lembar saham untuk menjaga loyalitas para pemegang saham, bagaimanapun saham Shell tetap anjlok hampir -4% akibat melesetnya laporan earnings. Shell tercatat tidak pernah memangkas dividen sejak tahun 1945. Perusahaan minyak besar lainnya termasuk rival BP dan Total juga menyatakan tidak pernah berniat memotong dividen, sebagai daya tarik utama bagi para investor meski terdapat kondisi harga minyak tetap di level rendah.

Harga minyak telah jatuh dibawah level $50 per barrel seiring pelemahan permintaan minyak global serta booming produksi minyak Shale Amerika Serikat. OPEC di bulan November juga memutuskan tidak memangkas output grup produsen OPEC dengan berharap negara produsen lain yang melakukan pemangkasan output. Kendati pendapatan Shell dari produksi minyak dan gas bumi menurun, namun dapat diimbangi dengan kenaikan earnings tiga kali lipatnya dari divisi penyulingan dan perdagangan lainnya ke level $1.55 milyar.

(Sap)


(Sap)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search