Schlumberger Mengaku Bersalah Dalam Kasus Pelanggaran Embargo Iran dan Sudan

Schlumberger Mengaku Bersalah Dalam Kasus Pelanggaran Embargo Iran dan Sudan

Kamis, 26 Maret 2015 05:21:54 WIB

Monexnews -

Schlumberger Ltd, perusahaan jasa kilang minyak terbesar dunia telah sepakat untuk membayar denda sebesar $232.7 juta atas pelanggaran sanksi embargo Iran dan Sudan, yang merupakan bagian dari hukuman pemerintah terhadap berbagai perusahaan yang tetap melakukan bisnis di negara yang telah dideklarasikan AS terkena embargo.

Sebagai bagian dari kesepakatan antar pembela dengan Departemen Kehakiman, Schlumberger akan membayar denda pidana sebesar $155.1 juta, ditambah denda $77.6 juta atas pelanggaran keuntungan yang diperoleh secara illegal. Penalty ini datang pada saat yang sulit bagi Schlumberger.

Saham CFD Schlumberger talah anjlok hampir 20% dalam 6 bulan terakhir seiring kekacauan harga minyak global mendorong harga merosot ke level terendah nya sehingga mengurangi permintaan terhadap jasa Schlumberger, termasuk pengeboran dan teknologi fracking oil pada kilang minyak. Di bulan January saja, Schlumberger telah mengumumkan 9,000 pemutusan hubungan kerja setelah laba perusahaan anjlok 82% di Q4 2014.


(Sap)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search