Senat AS: Selama 13 Tahun, Caterpillar Kemplang Pajak Rp27 triliun

Senat AS: Selama 13 Tahun, Caterpillar Kemplang Pajak Rp27 triliun

Selasa, 01 April 2014 11:37:15 WIB

Monexnews - Penyedia alat-alat berat dan permesinan, Caterpillar, terbukti melakukan pelanggaran undang-undang di Amerika Serikat (AS) karena menghindari kewajiban pajaknya selama 13 tahun. Menurut Permanent Subcommittee on Investigation Senat, beban pembayaran pajak Caterpillar jika dikumpulkan sudah mencapai angka $2.4 miliar atau lebih dari Rp27 triliun! Subkomisi senat yang dipimpin oleh anggota Demokrat, Carl Levin, memang sedang menyelidiki dugaan pengemplangan pajak oleh beberapa perusahaan besar. Meskipun menjalankan bisnis dari dalam negeri, banyak sekali pelaku usaha yang lebih suka memarkir uangnya di negara lain hanya untuk menghindari kewajiban bayar pajaknya. Khusus untuk kasus Caterpillar, pihak senat akan menggelar dengar pendapat pada hari Selasa ini (01/04) dengan mendengar kesaksian dari kantor akuntan publik PriceWaterHouseCoopers. Menurut laporan yang diterima oleh senat, Caterpillar sudah memarkir dananya di luar negeri sebelum tahun 1999 silam. Caranya adalah dengan memasukkan hasil penjualan di dalam Amerika ke unit usaha yang ada di luar negeri. Bahkan jika dihitung lebih rinci, sebanyak 85% hasil penjualannya diklaim pada laporan keuangan perusahaan yang ada di Swiss, sedangkan penjualan di wilayah Amerika hanya diakui sebesar 15%. "Tidak ada yang berubah dari modus Caterpillar sejak 1999 sampai sekarang," ujar Levin. Caterpillar dianggap mengabaikan spirit persaingan usaha di Amerika karena kebijakannya itu. Padahal sebagian besar proyek bisnisnya dijalankan di negeri Paman Sam mulai dari riset, produksi alat, penyimpanan hingga pengiriman barang. Semuanya dilakukan di dalam negeri. Belum lagi jika diperhitungkan dengan jumlah pekerjanya di Amerika Serikat yang sebanyak 8300, termasuk petinggi-petinggi perusahaan dengan jabatan strategis. Sementara SDM yang bekerja di kantor Swiss hanya sebanyak 65 orang sehingga tidak seharusnya Caterpillar mengklaim mayoritas penghasilannya ke laporan buku anak usaha di luar negeri. Merespon tuduhan senat, pihak Caterpillar memberikan pembelaannya sendiri. Menurut Vice President Julie Lagacy, perusahaannya selalu berupaya mematuhi kewajiban pajak meskipun belum bisa memberikan bantahan atas klaim yang dilontarkan senat. "Kami memiliki komitmen untuk selalu menyeimbangkan antara struktur bisnis dan struktur pajak. Kami bertindak sesuai aturan yang dibuat kongres dan yurisdiksi Amerika Serikat," tegasnya kepada media. Selain Caterpillar, pihak senat juga sedang menyelidiki perusahaan-perusahaan lain yang gemar mengemplang pajak seperti Apple Inc. Modus Apple juga tidak berbeda dengan Caterpillar, yakni dengan mengalihkan laporan penjualan ke anak perusahaannya yang berada di bawah payung hukum negara Irlandia.
[Harga
saham Caterpillar (NYSE:CAT) ditutup pada posisi $99.37 atau melemah 0.02% pada sesi perdagangan hari Senin (31/03)] (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search