Setelah iPhone, Laptop Buatan Apple Dituding Cacat Produksi

Setelah iPhone, Laptop Buatan Apple Dituding Cacat Produksi

Selasa, 28 Oktober 2014 10:28:08 WIB

Monexnews - Predikat Apple Inc sebagai perusahaan termahal dunia kembali mendapat ujian. Setelah iPhone baru diklaim mudah 'penyok', kini pengguna MacBook Pro melaporkan cacat produk pada sistem operasi laptop kesayangannya. Lebih dari 20 ribu orang mengisi petisi online untuk meminta Apple mengganti MacBook Pro edisi 2011 yang sudah sampai di tangan konsumen. Pasalnya, laptop premium itu sering mengalami 'crash' pada sistem dan gagal menampilkan grafik pada layar. Di forum online khusus Apple, laman yang memuat masalah MacBook Pro sudah mendapat 9000 balasan dan dilihat sebanyak 1,7 juta kali. Sebagian besar konsumen menilai laptop Apple tidak seharusnya rusak hanya 2-3 tahun sejak pembelian. "Siapapun yang membeli MacBoook Pro jelas sudah menghabiskan banyak uang dan tidak menginginkan barang yang cacat produksi," demikian pernyataan dalam petisi online. Salah seorang konsumen bernama Mark Callahan mengaku ia dan istrinya mengeluarkan uang $2000 untuk membeli MacBook pada bulan Februari 2012. Namun hanya dalam hitungan bulan, laptop mereka berulangkali 'freeze' atau tidak bekerja sama sekali. "Saya kemudian mencari tahu masalah ini, dan ternyata semua orang mengalami masalah serupa," keluhnya. Konsumen sampai sekarang belum mendapat keterangan resmi dari pihak Apple terkait cacat produksi pada produk MacBook Pro keluaran 2011. Beberapa ahli komputer memperkirakan masalah dalam laptop disebabkan oleh komponen pemroses grafik, dan biasanya dibutuhkan penggantian sekaligus pada bagian logic board. Apabila konsumen ingin men-servisnya sendiri, kemungkinan biaya yang dihabiskan bisa mencapai ratusan Dollar. [Harga saham Apple Inc (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $105.11 atau melemah 0,10% pada sesi perdagangan hari Senin (27/10).] (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search