Starbuck Canangkan Pendapatannya di China Naik Tiga Kali Lipat

Starbuck Canangkan Pendapatannya di China Naik Tiga Kali Lipat

Rabu, 16 Mei 2018 14:50:59 WIB

Starbucks Corp (O: SBUX) memasang target pendapatan lebih dari tiga kali lipat dan hampir dua kali lipat jumlah tokonya di China selama lima tahun ke depan, sekaligus menggandakan pasar di China seiring pertumbuhan pendapatan di Amerika Serikat berada di bawah tekanan.

Jaringan kedai kopi asal Seatlle AS, yang baru-baru ini mendapat dana segar $ 7,15 miliar dalam kesepakatan dengan Nestle SA (S: NESN), bertujuan untuk memiliki 6.000 toko di negara itu pada akhir tahun 2022, kata juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan. Saat ini Starbuck memiliki sekitar 3.300 outlet di 141 kota di China.

Starbucks mendominasi usaha kedai kopi di China, meskipun saat ini ada lebih banyak persaingan dari pesaing yang lebih kecil, mirip dengan kondisi saat ini di AS dimana Starbuck menghadapi tekanan pesaing kopi butik saingan yang menawarkan harga segelas kopi lebih murah

Kesepakatan dengan Nestle, yang memberi Nestle hak untuk memasarkan produk-produk Starbucks dari kacang ke kapsul, juga akan memberi akses kopi merek Starbuck ke pasar baru di China. Nestle yang berbasis di Swiss sekarang dapat menjual produk kopi kemasan bermerek Starbucks di supermarket, restoran, dan operasi katering Cina. Itu adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan Starbucks di negara ini.

Hubungan Nestle dengan distributor, memberikannya akses ke 1,5 juta outlet di China, "secara dramatis mempercepat kemampuan kami untuk membawa kopi tersebut ke pasar," kata Kevin Johnson, CEO Starbuck.

"Memperkenalkan produk-produk ini ke China akan menjadi salah satu prioritas yang kami fokuskan pada awal setelah transaksi ditutup," katanya

Selain merek Starbucks unggulan, kesepakatan dengan Nestle mencakup merek Kopi Terbaik Seattle, Starbucks VIA, Torrefazione Italia, dan teh Teavana.

Nestle dan Starbucks juga berencana untuk bermitra dalam upaya membuat kopi sebagai produk pertanian berkelanjutan, melalui penelitian dan pengembangan serta dukungan petani, kata Johnson.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search