Starbucks Dituding 'Peras' Konsumen China

Starbucks Dituding 'Peras' Konsumen China

Selasa, 22 Oktober 2013 13:19:00 WIB

Monexnews - Di tengah upaya agresif dalam perluasan bisnisnya di negara berkembang, Starbucks diterpa berita kurang menyenangkan. Produsen kopi asal Amerika Serikat ini dituding mengenakan harga lebih mahal terhadap konsumen di negeri tirai bambu ketimbang pelanggannya di negara lain. Dua media BUMN pemerintah, yakni China Central Television (CCTV) dan China Daily, melaporkan bahwa Starbucks memberlakukan harga lebih tinggi untuk produk kopi dan turunannya di gerai-gerai yang berlokasi di China. Padahal di negara lain, termasuk Amerika, harga kopi Starbucks tidak semahal banderol yang berlaku di China. Isu 'pemerasan' konsumen tersebut makin memperuncing friksi antara media pemerintah dan korporasi besar asal negeri Paman Sam. CCTV melaporkan bahwa kopi latte ukuran sedang dihargai 27 Yuan atau setara $4.40 di China. Jumlah tersebut lebih tinggi ketimbang harganya di Chicago yang hanya $3.20 dan London yang sebesar $4. Laporan yang sama juga menyebut kalau produk mug yang dijual Starbucks (buatan China) dijual mencapai $18, padahal di Amerika banderolnya berkisar di $10-14 per buah. Pihak Starbucks belum menanggapi pemberitaan media pemerintah tersebut. Sikap perusahaan berlogo putri duyung ini sangat dinantikan karena China adalah pangsa pasar terbesar di kawasan Asia Pasifik. Penjualan di negeri tirai bambu berkontribusi sebanyak 30% terhadap total penghasilan secara regional. Walaupun publik sudah menyerap laporan tersebut, sebagian kalangan menilai pemberitaan media sebagai lanjutan sikap antipati terhadap perusahaan-perusahaan asal Amerika. Mengingat pada bulan Maret lalu, CCTV juga melancarkan kampanye negatif terhadap Apple Inc berupa keluhan atas buruknya layanan garansi dan customer service. Apple bahkan dikabarkan memakai komponen rekondisi dalam proses perbaikan iPhone dan iPad sehingga hanya mau memberikan garansi selama setahun.
*Harga saham Starbucks (SBUX) ditutup pada posisi $79.46 atau naik 0.19% pada sesi perdagangan hari Senin (22/10). (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search