Tiga Merk Mobil Jepang Tambah Jumlah Kendaraan yang Di-recall

Tiga Merk Mobil Jepang Tambah Jumlah Kendaraan yang Di-recall

Kamis, 11 Desember 2014 15:35:03 WIB

Monexnews - Tiga raksasa otomotif Jepang menambah jumlah mobil yang di-recall akibat cacat komponen airbag buatan supplier Takata. Menurut laporan Kementerian Transportasi Jepang, Honda Motor Co., Nissan Motor Co. dan Mitsubishi Motors Corp. segera menarik lebih banyak mobil mereka yang sudah beredar di pasaran. Di Jepang, Honda, Nissan dan Mitsubishi sedang melakukan recall atau penarikan 260,107 unit kendaraan, terutama keluaran tahun 2003. Kebijakan ini diambil karena airbag samping di beberapa produk diklaim gagal berfungsi sesuai peruntukannya. Sebelumnya pemerintah menginstruksikan penarikan 256,826 kendaraan, namun kemudian angkanya diubah menjadi 260,107. Ketiga perusahaan memang belum mengidentifikasi secara pasti gangguan fungsi airbag yang diklaim oleh konsumen di sebagian besar produknya. Namun kebijakan recall diambil untuk mengantisipasi jatuhnya korban jiwa. Pekan lalu, Toyota menarik 190,000 unit kendaraan menyusul kerusakan komponen airbag Takata yang beredar di Jepang. Di seluruh dunia, Honda sudah me-recall sekitar 400,000 mobil akibat masalah yang sama, termasuk varian Fit. Sementara Nissan me-recall sekitar 152,000 kendaraan dan Mitsubishi menarik sekitar 600 unit mobil dari tangan konsumen Jepang. Jika dijumlahkan, sekitar 20 juta unit kendaraan sudah atau akan ditarik oleh lebih dari 10 merk mobil di seluruh dunia sejak tahun 2008 akibat masalah airbag. Setidaknya 5 orang dilaporkan tewas akibat cacat produksi tersebut. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search