UPS dan FedEx Tolak Pengiriman Barang di Peak Season

UPS dan FedEx Tolak Pengiriman Barang di Peak Season

Rabu, 24 Desember 2014 11:27:56 WIB

Monexnews - Dua perusahaan ekspedisi terbesar Amerika Serikat mulai membatasi jumlah pengiriman barang melalui layanan ekspres udara di musim natal dan tahun baru. United Parcel Service (UPS) dan FedEx Corp lebih memilih untuk menyetop order ketimbang gagal mengirimkan barang secara tepat waktu. UPS dan FedEx tahun ini sudah mewanti-wanti perusahaan ritel langganannya untuk hanya menitipkan barang dalam jumlah tertentu di detik-detik akhir menjelang natal. Kedua perusahaan ini tidak ingin kasus tahun lalu terulang kembali, di mana banyak konsumen tidak bisa menerima hadiah natal tepat waktu. "Semakin dekat dengan musim puncak, pengiriman juga semakin banyak. Pelabuhan akan kelebihan barang," demikian ujar Bonny Harrison, juru bicara FedEx. Oleh karena itulah FedEx tidak mau menerima barang lagi apabila volume pengiriman sudah penuh. Sementara itu juru bicara UPS menegaskan bahwa operasional perusahaan berjalan seperti biasa. Sama seperti FedEx, UPS sudah sejak lama menyatakan tidak mau menerima pengiriman barang apabila sistem mereka sudah overload. Kalaupun benar-benar mendesak, konsumen diharuskan membayar lebih supaya barangnya benar-benar bisa dikirim. Pada musim yang sama tahun lalu, beberapa perusahaan ekspedisi menjadi kambing hitam atas terlambatnya paket-pekat hadiah natal dan tahun baru ke tangan konsumen. Penyebabnya, jasa kurir kelebihan muatan karena beberapa toko online memberikan diskon besar-besaran di detik-detik akhir jelang hari raya. Sebanyak 2 juta paket yang seharusnya dikirim secara ekspres gagal sampai ke tujuan di malam natal. [Harga saham United Parcel Service (NYSE:UPS) ditutup pada posisi $112.45 atau menguat 0,40% pada sesi perdagangan Selasa (23/12). Sementara saham FedEx Corp (NYSE:FDX) berakhir pada level $176.94, menguat 0,04%.] (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search