Visa Dan MasterCard Pertimbangkan Untuk Keluar Dari Rusia

Visa Dan MasterCard Pertimbangkan Untuk Keluar Dari Rusia

Selasa, 20 Mei 2014 17:26:25 WIB

Monexnews -

Visa Inc. dan MasterCard Inc, memiliki waktu sekitar enam pekan untuk memutuskan apakah undang-undang terbaru dari Rusia yang akan mengharuskan mereka membayar ratusan juta dollar untuk beoperasi di negara tersebut sepadan dengan apa yang mereka dapatkan atau tidak. Untuk saat ini, Visa belum bisa menjawab kemungkinan tersebut.

Tuntutan Rusia pada saat ini telah melampaui dari apa yang kami bersedia lakukan. kata CEO Visa Charlie Scharf kemarin pada saat sebuah konfrensi dengan investor di Boston. Saya berharap kita akan sampai pada kesimpulan yang berbeda daripada apa yang akan kita dapatkan pada tanggal 1 Juli dan kemungkinan hanya mengatakan bahwa kami tidak bersedia untuk berpatisipasi.

Scharf dan CEO MasterCard, Ajay Banga kemarin mengatakan bahwa mereka sedang berbicara dengan anggota parlemen Rusia yang membuat perubahan pada undang-undang, yang disahkan dalam menanggapi sanksi yang di kenakan oleh AS dalam memprotes peran Rusia dalam kekacuan di Ukraina. Yang di pertaruhkan pada saat ini adalah pendapatan tahunan gabungan sebesar $638 juta dari dua jaringan pembayaran tersebut serta pijakan mereka dalam pasar yang telah bergeser dari uang tunai ke formulir pembayaran elektronik.

Mereka saat ini memiliki tiga pilihan, yaitu, mereka bertahan, mereka meninggalkan atau mereka dapat bernegosiasi, kata William Pomeranz, wakil direktur di Kennan Institute for Advanced Russian Studies di the Woodrow Wilson International Center for Scholars di Washington D.C. Jika sanksi tambahan di perkenalkan setelah pemilu Ukraina, maka kecil kemungkinan pemerintah Rusia akan mundur.

Ukraina akan mengadakah pemilihan presiden pada tanggal 25 Mei.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search