Data GDP AS Dan Komentar Pejabat OPEC Topang Reli Minyak

Data GDP AS Dan Komentar Pejabat OPEC Topang Reli Minyak

Rabu, 24 Desember 2014 04:03:46 WIB

Monexnews - Harga minyak mentah berjangka naik pada hari Selasa, dapatkan dorongan ekstra dari laporan pertumbuhan ekonomi AS dan juga setelah beberapa anggota OPEC dari Arab mengatakan bahwa mereka melihat akan adanya sebuah rebound ke level $70 sampai $80 per barel pada tahun depan.

Di New York Mercantile Exchange, minyak light sweet kontrak Februari berakhir naik $1.86, atau 3.4%, di $57.12 per barel. Kontrak pada hari Kamis lalu menyentuh level penutupan terendah di $54.36. Sementara itu minyak Brent Februari di London naik sebesar 28 sen, atau 0.5%, di $61.97 per barel.

Harga minyak telah anjlok sekitar 45% sejak bulan Juni. Pasar meraba-raba untuk harga dasarnya, terutama setelah OPEC menolak untuk mengurangi output untuk membendung penurunan harga. Harga juga mendapatkan pukulan pada hari Senin setelah adanya beberapa komentar selama akhir pekan dari beberapa anggota kartel yang mengatakan bahwa mereka akan tetap mempertahankan level produksi walaupun harga minyak turun cukup dalam.

Reuters pada hari Selasa mengutip beberapa pernyataan produsen OPEC dari Arab bahwa mereka perkirakan harga minyak akan rebound ke antara level $70 sampai $80 per barel pada akhir tahun depan, di dukung oleh pemulihan ekonomi global.

Dalam laporan terpisah, investor energi AS yaitu T. Bonee Pickens perkirakan bahwa harga minyak Brent akan kembali ke level $90 sampai $100 per barel dalam 12 sampai 18 bulan mendatang.

Minyak pertahankan penguatannya setelah data menunjukkan GDP kuartal ketiga AS berekspansi secara tak terduga ke level 5%, itu adalah yang tertinggi dalam 11 tahun, sementara data pemesanan barang tahan lama turun sebesar 0.7% di bulan November.

Kenaikan terbatas untuk minyak? Morgan Stanley mengatakan bahwa minyak tidaklah mengejutkan jika melihat adanya beberapa nilai pembelian dalam dua bulan kedepan, seiring mulai naiknya permintaan global karena musim dingin di wilayah utara, sementara pengurangan belanja oleh perusahaan-perusahaan minyak dan turunnya jumlah pengeboran di AS mungkin berikan beberapa kenyamanan untuk investor.

"Bagaimanapun, setiap reli minyak kemungkinan akan terbatas dalam jangka pendek," katanya dalam memberikan peringatan, yang mengutip dari keputusan OPEC yang tidak pangkas produksi, suplai minyak terbaru akan datang di awal tahun 2015, dan itu adalah waktu untuk menjadi penguatan dollar juga.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search