GDP AS dan Isu Perang Perdagangan Bebani Pergerakan Harga Minyak

GDP AS dan Isu Perang Perdagangan Bebani Pergerakan Harga Minyak

Senin, 30 Juli 2018 16:58:40 WIB
Harga minyak bervariasi pada hari Senin dan investor masih mengolah laporan PDB Amerika Serikat yang kuat serta kekhawatiran perdagangan lanjutan antara AS dan China.

GDP Kuartal kedua AS tumbuh sebesar 4,1%, menandai laju pertumbuhan tercepat sejak 2014, tetapi ketegangan perdagangan antara AS dan China tetap tinggi meskipun ada sedikit ketenangan dari situasi dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

"Kekhawatiran seputar perang perdagangan AS-China terus membebani harga, sementara penghentian pengiriman minyak Saudi melalui perairan Laut Merah tampaknya gagal memberikan perangsang tren bullish," beber Stephen Innes, kepala perdagangan APAC di pialang OANDA.

Pekan lalu, Arab Saudi mengatakan sementara ini menghentikan semua pengiriman minyak melalui jalur pelayaran Laut Merah di wilayah Bab al-Mandeb setelah serangan terhadap dua tanker minyak besar oleh gerakan Houthi Iran yang di Iran juga mendorong harga minyak lebih tinggi.

Menyusul serangan itu, Menteri Energi Saudi Khalid al-Falihsaid dalam sebuah pernyataan bahwa salah satu kapal induk minyak mentah mengalami kerusakan.

"Arab Saudi menghentikan segera sementara semua pengiriman minyak melalui Selat Bab al-Mandeb sampai situasi menjadi lebih jelas dan transit maritim melalui Bab al-Mandeb aman," tegas menteri Khalid.

Pada saat penulisan harga minyak berada pada kisaran $69.43

(Ahmad)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search